Cekricek.id — Otoritas Jasa Keuangan mendorong pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan atau ITSK untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah. Dorongan itu mengemuka dalam Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah yang digelar di Batam, Kepulauan Riau.
Forum yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 itu mempertemukan pemerintah daerah, pelaku sektor jasa keuangan, dan pelaku usaha kecil, menurut keterangan tertulis Otoritas Jasa Keuangan, Selasa (01/09/2026).
Baca juga Belanda Pindahkan 86 Ton Emas dari AS dan Kanada ke Inggris
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyatakan teknologi membuka pintu pembiayaan yang selama ini tertutup.
“Teknologi keuangan kita dapat membuka akses pembiayaan yang sebelumnya belum terjangkau oleh sektor keuangan,” katanya.
Baca juga Imbal Hasil Obligasi Jepang 3 Persen, Pertama Sejak 1996
Adi menambahkan, kecepatan pertumbuhan ekosistem keuangan digital membuka peluang besar bagi generasi muda, asalkan disertai pemahaman yang memadai.
“Generasi muda Indonesia berada di momen yang sangat tepat, ekosistem keuangan digital kita sedang tumbuh luar biasa cepat, dan mereka punya kesempatan untuk menjadi bagian dari transformasi ini. Yang kita butuhkan adalah memastikan partisipasi itu dilandasi pemahaman yang kuat, bukan sekadar ikut arus,” ujarnya.
Baca juga Inflasi Zona Euro Naik ke 3,3 Persen, Energi Melonjak
Data OJK mencatat jumlah pengguna penyelenggara aktivitas jasa keuangan atau PAJK di Kepulauan Riau mencapai 132.380 orang per Juni 2026. Secara nasional, jumlah pengguna PAJK melampaui 19 juta orang per Juli 2026, sedangkan akun konsumen aset kripto di Indonesia tercatat 22,93 juta pada bulan yang sama.
Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal, menekankan pemerataan layanan hingga wilayah terluar.
“Pulau yang jauh tidak boleh berarti jauh dari layanan keuangan. Masyarakat di wilayah perbatasan tidak boleh tertinggal dalam mengakses teknologi. UMKM di daerah tidak boleh kalah hanya karena keterbatasan akses terhadap pasar dan pembiayaan,” katanya.













