Cekricek.id — Presiden China Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan dua hari ke Kairo dengan agenda kecerdasan buatan, transportasi, energi, dan investasi di Kawasan Ekonomi Terusan Suez. Kunjungan itu yang pertama dalam satu dekade dan menandai 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
China mencatat surplus perdagangan atas Mesir sebesar 12 miliar dolar Amerika Serikat pada tujuh bulan pertama 2026, menurut laporan Africanews, Rabu (02/09/2026).
Baca juga Saudi Kaji Perluasan Petroline 2 Juta Barel per Hari
Xi Jinping menyatakan ingin menyusun peta jalan baru bersama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.
“Saya menantikan mempererat kembali persahabatan dan bekerja sama dengan Presiden Sisi untuk menyusun cetak biru baru bagi pendalaman kemitraan strategis menyeluruh China-Mesir,” katanya.
Baca juga Uni Eropa Beri Tenggat Oktober untuk China soal Dagang
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Suez, Gamal Salama, menilai Kairo punya posisi khusus di mata Beijing. “China memandang Kairo sebagai perantara kekuatan yang strategis,” ujarnya.
Peneliti Middle East Institute di Singapura, Liu Jia, menyoroti peran Mesir sebagai penengah. “Beijing bekerja erat dengan aktor kawasan seperti Mesir, yang menjadi penengah antara Israel dan kelompok-kelompok Palestina,” katanya.
Baca juga Bank Dunia: Ekonomi Lebanon Menyusut 6,4 Persen 2026
Kunjungan berlangsung setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari serta serangan drone ke pelabuhan Mesir pada Juli.
Kedua pemerintah belum mengumumkan nilai kesepakatan yang akan ditandatangani.














