Xi Jinping ke Mesir Bawa Agenda Energi dan Kecerdasan Buatan

A A

Panorama Kota Kairo, Mesir. Foto arsip. [Foto: Pexels/Simon73]

Cekricek.id — Presiden China Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan dua hari ke Kairo dengan agenda kecerdasan buatan, transportasi, energi, dan investasi di Kawasan Ekonomi Terusan Suez. Kunjungan itu yang pertama dalam satu dekade dan menandai 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

China mencatat surplus perdagangan atas Mesir sebesar 12 miliar dolar Amerika Serikat pada tujuh bulan pertama 2026, menurut laporan Africanews, Rabu (02/09/2026).

Baca juga Saudi Kaji Perluasan Petroline 2 Juta Barel per Hari

Xi Jinping menyatakan ingin menyusun peta jalan baru bersama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

“Saya menantikan mempererat kembali persahabatan dan bekerja sama dengan Presiden Sisi untuk menyusun cetak biru baru bagi pendalaman kemitraan strategis menyeluruh China-Mesir,” katanya.

Baca juga Uni Eropa Beri Tenggat Oktober untuk China soal Dagang

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Suez, Gamal Salama, menilai Kairo punya posisi khusus di mata Beijing. “China memandang Kairo sebagai perantara kekuatan yang strategis,” ujarnya.

Peneliti Middle East Institute di Singapura, Liu Jia, menyoroti peran Mesir sebagai penengah. “Beijing bekerja erat dengan aktor kawasan seperti Mesir, yang menjadi penengah antara Israel dan kelompok-kelompok Palestina,” katanya.

Baca juga Bank Dunia: Ekonomi Lebanon Menyusut 6,4 Persen 2026

Kunjungan berlangsung setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari serta serangan drone ke pelabuhan Mesir pada Juli.

Kedua pemerintah belum mengumumkan nilai kesepakatan yang akan ditandatangani.

Bagikan

Baca Juga

IMF: PDB per Kapita Bangladesh Diproyeksi Lampaui India pada 2026
Tujuh Tewas di Gaza, Israel Serang Kampus Universitas Islam
Burnham Buka Wacana Inggris Kembali ke Kebebasan Bergerak UE
Militer AS Disebut Siapkan Rencana Serangan Baru ke Iran
Bruselosis di Shanxi Naik Lagi Sejak 2017 dan Merambat ke Selatan
Iran Perluas Kampanye Janfada, Latih Warga Sipil Pegang Senjata