Cekricek.id — Ekonom Bank Sentral Eropa menyimpulkan faktor pasokan energi menyumbang sekitar 90 persen kenaikan inflasi energi zona euro pada Januari sampai Mei 2026. Temuan itu memperkuat perkiraan ECB menaikkan suku bunga dari 2,25 persen menjadi 2,50 persen pada 10 September 2026.
Inflasi zona euro naik menjadi 3,3 persen pada Agustus dari 2,9 persen pada Juli, menurut laporan Euronews, Rabu (02/09/2026). Pemicunya konflik Timur Tengah yang pecah akhir Februari 2026 dan penutupan Selat Hormuz.
Baca juga Inflasi Zona Euro Naik ke 3,3 Persen, Energi Melonjak
Ekonom Bank Sentral Eropa, Kristina Barauskaitė Griškevičienė dan Claus Brand, membedakan guncangan kali ini dari lonjakan inflasi sebelumnya.
Baca juga Imbal Hasil Obligasi Jepang 3 Persen, Pertama Sejak 1996
“Kali ini guncangan pasokan energi yang mendominasi, sementara permintaan dan stimulus kebijakan publik hanya berperan kecil,” tulis keduanya.
Mereka merinci besarnya andil faktor itu. “Faktor pasokan energi yang merugikan menyumbang sekitar 90 persen kenaikan inflasi energi antara Januari dan Mei 2026,” tulis mereka.
Baca juga ECB: Uang Tunai Euro Beredar Capai 1,6 Triliun
Kenaikan suku bunga terakhir berlangsung pada 11 Juni 2026, dari 2 persen menjadi 2,25 persen. Inflasi diperkirakan belum kembali ke sasaran 2 persen sebelum 2027.
Dewan Gubernur ECB belum mengumumkan keputusan resmi untuk pertemuan 10 September.














