Inflasi Zona Euro Naik ke 3,3 Persen, Energi Melonjak

A A

Harga bahan bakar terpampang di sebuah stasiun pengisian di München, Jerman. Foto arsip. [Foto: AP Photo/Matthias Schrader via Euronews]

Cekricek.id — Inflasi zona euro naik menjadi 3,3 persen pada Agustus 2026 dari 2,9 persen pada Juli, terutama karena harga energi melonjak 14,3 persen secara tahunan. Angka itu jauh di atas sasaran Bank Sentral Eropa sebesar 2 persen.

Data tersebut berasal dari Eurostat, menurut laporan Euronews, Selasa (01/09/2026). Kenaikan harga energi mempercepat laju dari 10,3 persen pada Juli, sementara inflasi inti justru turun tipis dari 2,5 menjadi 2,4 persen dan inflasi jasa melandai dari 3,3 ke 3,0 persen.

Baca juga ECB: Uang Tunai Euro Beredar Capai 1,6 Triliun

Ekonom senior Oxford Economics, Leo Barincou, menautkan lonjakan itu pada penutupan kembali Selat Hormuz.

“Kenaikan ini didorong pemulihan harga bahan bakar setelah penutupan kembali Selat Hormuz, sementara tekanan harga yang mendasari tetap terkendali karena inflasi jasa menurun,” katanya.

Baca juga Harga Emas Tertinggi Tiga Bulan, Perak Tembus US$70

Ia memperkirakan tekanan harga belum akan reda tahun depan. “Inflasi seharusnya tetap jauh di atas sasaran sampai tahun depan, karena harga gas dan pangan yang lebih tinggi memberi tekanan tambahan pada indeks,” ujar Barincou.

Soal langkah bank sentral, ia menilai kenaikan suku bunga sudah hampir pasti. “Dengan inflasi yang masih meningkat, ECB hampir pasti menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan, sejalan dengan perkiraan kami,” katanya.

Baca juga Bank Dunia: Ekonomi Lebanon Menyusut 6,4 Persen 2026

Lithuania mencatat inflasi tertinggi 5,8 persen, disusul Spanyol 4,5 persen, sedangkan Estonia terendah 1,3 persen. Jerman berada di 2,9 persen dan Prancis 2,7 persen.

ECB dijadwalkan bersidang pada 10 September. Bank sentral itu belum mengeluarkan pernyataan resmi atas data Agustus.

Bagikan

Baca Juga

Rektor Unej: Efisiensi Masih Berlaku, Anggaran Jangan Copy Paste
Ekspor Kopi Olahan RI USD 692,1 Juta, Premix Terbesar Dunia
BI Dorong Transaksi Mata Uang Lokal di Pertemuan G20
ISEF 2026 Ditutup, Temu Usaha Syariah Capai Rp3,16 Triliun
Trade Expo Indonesia Ditutup, Transaksi USD 22,94 Miliar
OJK dan Bursa Temui Pelaku Pasar Modal Usai Denda Rp2,1 Triliun