Cekricek.id — Tim mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan meneliti pengolahan rumput laut jenis Sargassum menjadi bio-oil untuk bahan bakar kapal. Penelitian membandingkan pirolisis katalitik memakai Fe-impregnated biochar dengan pirolisis tanpa katalis.
Tim bernama The Alchemist of the Sea itu bekerja di bawah Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta dengan pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menurut keterangan tertulis Universitas Ahmad Dahlan, Rabu (02/09/2026). Pembimbingnya Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T., IPM.
Baca juga Mahasiswa UB Olah Eceng Gondok Jadi Bahan Bakar Nabati
Sasaran produknya bahan bakar kapal atau marine fuel oil. Indonesia memiliki perairan laut sekitar 6,4 juta kilometer persegi dan potensi lahan budi daya rumput laut sekitar 26 juta hektare.
Baca juga Mahasiswa UNAIR Olah Tujuh Limbah Jadi Pakan Domba
Produksi rumput laut nasional tercatat 10,80 juta ton pada 2025.
Perwakilan tim, Devi Murtiningsih, berharap penelitian itu berlanjut ke cakupan yang lebih luas.
“Kami berharap penelitian ini dapat dilanjutkan dengan eksplorasi yang lebih luas terhadap potensi sumber daya laut Indonesia, terutama untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di masa mendatang,” katanya.
Baca juga Mahasiswa UNAIR Sulap Bambu Betung Jadi Penyaring Air Bencana
Tim belum menyebutkan hasil perbandingan kualitas bio-oil antara kedua metode, nilai kalornya, maupun jumlah rumput laut yang dibutuhkan untuk satu liter bahan bakar.














