Cekricek.id — Universitas Ahmad Dahlan menyerahkan alat pembakar sampah berbasis internet of things kepada Pemerintah Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul. Warga dapat memantau hasil pembakaran melalui telepon genggam.
Penyerahan berlangsung pada Ahad (30/08/2026) dalam program BESTARI, menurut keterangan tertulis Universitas Ahmad Dahlan, Rabu (02/09/2026). Selain incinerator, kampus menyerahkan aplikasi kesehatan bernama Si Waras.
Baca juga Tim UNAIR Petakan Aliran Sampah Prafi Sebelum Pilih Alat
Ketua tim peneliti sekaligus pimpinan LPPM UAD, Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D., menyebut kerja sama dengan kalurahan itu sudah berjalan empat tahun.
“UAD dan Caturharjo telah berkolaborasi sejak empat tahun. UAD memiliki tanggung jawab bahwa kampus harus bermanfaat untuk kampung,” katanya.
Baca juga Undip Serahkan Lima Unit Pengolah Air Bencana ke BNPB
Ia menjelaskan alasan alat itu disebut pintar. “Kenapa dikatakan pintar? Semua masyarakat dapat memantau melalui handphone apakah hasil pembakaran berbahaya atau tidak,” ujar Anton.
Direktur Program BESTARI Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Dr. Aris Winarna, S.E., M.M., menekankan penanganan sampah dari sumbernya. “Sekali lagi, inti pengelolaan sampah adalah di hulunya,” katanya.
Baca juga Mahasiswa UAD Uji Rumput Laut Jadi Bahan Bakar Kapal
Ia berharap kebiasaan itu bertahan. “Penguatan kolaborasi dan kerja sama dalam pengelolaan sampah sehingga akan menjadi budaya dalam mengelola sampah yang baik,” ujarnya.
Kalurahan belum menyebutkan kapasitas olah alat itu per hari, biaya operasionalnya, maupun siapa yang menanggung perawatan setelah masa program berakhir.














