Cekricek.id — Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maroš Šefčovič, menetapkan Oktober 2026 sebagai tenggat bagi China untuk menunjukkan hasil konkret penyeimbangan perdagangan. Tanpa itu, ia menyebut akan muncul dorongan politik kuat untuk langkah yang lebih keras.
Seluruh negara anggota Uni Eropa kini mencatat defisit dagang dengan China, menurut laporan Euronews, Rabu (02/09/2026). Sektor yang diprioritaskan dalam perundingan adalah mobil, alat kesehatan, dan produk pangan pertanian.
Baca juga Kanada Balas Tarif 50 Persen AS, Negosiasi Disetop
Šefčovič menyebut persoalan itu bukan sekadar urusan teknis dagang.
“Ini sangat politis,” katanya.
Baca juga Inflasi Zona Euro Naik ke 3,3 Persen, Energi Melonjak
Ia menyatakan tetap mengutamakan jalur perundingan, tetapi dengan syarat. “Saya berusaha menempuhnya lewat perundingan ini, tetapi mereka harus memberi kami hasil yang sangat konkret. Kalau tidak, akan ada gerakan politik kuat yang mendorong langkah-langkah lebih keras,” ujarnya.
Ia mengakui tenggat itu pendek untuk persoalan sebesar ini. “Ini persoalan yang jelas membutuhkan waktu lebih lama daripada sampai Oktober. Tetapi kami butuh semacam bukti awal pada Oktober,” katanya.
Baca juga Bank Dunia: Ekonomi Lebanon Menyusut 6,4 Persen 2026
Šefčovič dijadwalkan bertolak ke China pada Oktober, didahului panggilan video dengan Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, pada pertengahan September.
Kementerian Perdagangan China belum menanggapi tenggat tersebut.














