Cekricek.id — Majelis Nasional Venezuela menyetujui penyerahan kendali atas 17 ladang minyak, sekitar seperlima cadangan negara itu, kepada Amerika Serikat pada Rabu (02/09/2026). Pemerintah AS memegang 35 persen saham perusahaan patungan North American Blue Energy Partners.
Penandatanganan kesepakatan dijadwalkan sehari setelahnya, menurut laporan Euronews, Rabu (02/09/2026). Porsi 35 persen itu mensyaratkan mayoritas anggota dewan direksi berkewarganegaraan Amerika Serikat.
Baca juga Saudi Kaji Perluasan Petroline 2 Juta Barel per Hari
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut kesepakatan tersebut dengan singkat.
“Kami melepaskan Dominasi Energi Amerika!” katanya.
Baca juga Bolivia Pecat Menteri Ekonomi di Tengah Krisis Terburuk
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyebut Kementerian Pertahanan ikut di dalamnya. “Pada dasarnya, ini kini menjadi kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat, khususnya melibatkan Kementerian Pertahanan, yang memiliki rekening khusus yang memungkinkannya menguasai persentase tertentu dari aset-aset ini,” katanya.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, membela persetujuan itu. “Siapa yang diuntungkan minyak ini kalau tetap tertinggal di dalam tanah?” ujarnya.
Baca juga Harga Emas Tertinggi Tiga Bulan, Perak Tembus US$70
Anggota parlemen oposisi, Luis Emilio Rondón, menuntut keterbukaan isi perjanjian. “Kami perlu dan wajib mengetahui apa yang tertulis di bagian cetak kecilnya,” katanya.
Nicolás Maduro tumbang pada Januari 2026. Rincian pembagian hasil dan nilai investasi dalam kesepakatan itu belum dipublikasikan.














