Cekricek.id — Hakainde Hichilema dilantik untuk periode kedua sebagai Presiden Zambia di Stadion National Heroes, Lusaka, Selasa (01/09/2026), setelah memenangi 60 persen suara. Pelantikan berlangsung ketika rival utamanya, Brian Mundubile, berada dalam tahanan dengan tuduhan makar.
Mundubile meraih 38 persen suara pada pemilu 13 Agustus 2026, menurut laporan Al Jazeera, Selasa (01/09/2026). Calon wakilnya, Makebi Zulu, juga ditangkap, dan sekitar selusin tokoh oposisi lain ditahan karena mempersoalkan hasil pemilu.
Baca juga Longsor TPA Guinea Tewaskan 30 Orang
Hichilema menyinggung pemilih yang tidak mendukungnya dalam pidato pelantikan.
“Kami menerima dukungan Anda dengan rendah hati dan dengan pemahaman yang jelas atas tanggung jawab yang diletakkan di pundak kami. Kepada mereka yang memilih kandidat lain atau partai lain, kami katakan dengan ketulusan yang sama: kami mendengar Anda,” katanya.
Baca juga Kasus Ebola Kongo 5.515, Paus Leo Serukan Aksi Global
Pemerintah menutup pengadilan sehingga gugatan atas hasil pemilu tidak bisa diajukan. Human Rights Watch mengecam langkah tersebut.
Wakil Presiden Mutale Nalumango dilantik pada upacara yang sama. Pemimpin dari Amerika Serikat, China, Tanzania, Botswana, Kenya, dan Zimbabwe hadir di stadion.
Baca juga Dua Aktivis Tiananmen Hong Kong Divonis Bersalah
Pada periode pertama, Hichilema merestrukturisasi utang Zambia, menarik investasi asing, dan menurunkan inflasi.
Pemerintah Zambia belum menjelaskan kapan pengadilan dibuka kembali dan berapa lama para tokoh oposisi akan ditahan.














