Mahasiswa UNAIR Juara Lewat Deteksi TB dari Suara Batuk

A A

Hanif Azzikri Hidayatullah dan Mochamad Hilmi Hibatulloh, peraih juara pertama esai ilmiah Polymer 2026. [Foto: Dok. Tim Uhuq Uhuq via UNAIR]

Cekricek.id — Dua mahasiswa Universitas Airlangga menyabet juara pertama lomba esai ilmiah lewat gagasan sistem deteksi dini tuberkulosis berbasis suara batuk. Gagasan itu menggabungkan penanda akustik dengan jaringan saraf tiruan multimoda.

Hanif Azzikri Hidayatullah dari Fakultas Kedokteran Gigi dan Mochamad Hilmi Hibatulloh dari Fakultas Farmasi menamai timnya Uhuq Uhuq dan menang pada ajang Polymer 2026 yang digelar Universitas Jember, menurut keterangan tertulis Universitas Airlangga, Kamis (03/09/2026).

Baca juga Mahasiswa UGM Olah Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing Organik

Hanif menjelaskan dasar ilmiah gagasan tersebut.

“Batuk memiliki karakteristik frekuensi dan pola tertentu. Dengan kecerdasan buatan, pola tersebut dapat dipelajari untuk memberikan indikasi apakah seseorang memiliki risiko tuberkulosis atau tidak,” katanya.

Baca juga Enam Mahasiswa Luka di Aksi Damai Yogyakarta, UGM Bersuara

Sistem yang mereka namai Resona dirancang belajar terus-menerus dari data yang masuk. “Dengan mikrofon yang terstandarisasi dan teknologi deep learning, sistem dapat terus belajar dari data sehingga berpotensi meningkatkan akurasi deteksi,” ujarnya.

Sasaran utama mereka adalah wilayah yang jauh dari fasilitas diagnostik. “Kami ingin membawa deteksi dini sampai kepada mereka yang berada di daerah terjauh, sehingga kasus dapat ditemukan dan ditangani lebih awal,” katanya.

Baca juga OJK Dorong Teknologi Keuangan Perluas Pembiayaan UMKM Daerah

Hanif menutup dengan pandangannya soal ukuran keberhasilan sebuah teknologi.

“Menurut kami, teknologi terbaik bukan yang paling canggih, tetapi bisa menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Bagikan

Baca Juga

Koridor rumah sakit dengan pasien dan tenaga kesehatan
Ketika Kepercayaan pada Dokter Dalam Negeri Retak
Produk pasir kucing organik buatan mahasiswa UGM
Mahasiswa UGM Olah Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing Organik
Piala penghargaan berwarna emas
CESGS UNAIR Beri Penghargaan ESG ke Sepuluh Perusahaan
Rumput laut menempel di batuan tepi pantai
Mahasiswa UAD Uji Rumput Laut Jadi Bahan Bakar Kapal
Mikrocip pada papan sirkuit elektronik
Mahasiswa UB Bikin Sendok Pemicu Rasa Manis Tanpa Gula
Dua peneliti berjas laboratorium bekerja dengan tabung reaksi
Mahasiswa UB Buat Penyerap Residu Antibiotik dari Sawit