Mahasiswa UGM Rakit Mesin Surya Pengolah Pakan Domba

A A

Sekelompok domba berada di dalam kandang berdinding papan kayu. [Foto: Pexels/Mark Stebnicki]

Cekricek.id — Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada merakit mesin pencampur pakan bertenaga surya bernama Femixa untuk mengolah ampas kacang hijau menjadi pakan domba. Alat itu ditujukan bagi peternakan mitra yang selama ini kewalahan memanfaatkan limbah tersebut.

Peternakan mitra menerima sekitar 400 kilogram ampas kacang hijau setiap hari, namun hanya sekitar 240 kilogram yang terolah menjadi pakan sementara sisanya terbuang, menurut keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Kamis (03/09/2026).

Baca juga Mahasiswa UGM Olah Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing Organik

Ketua tim, Abram Adityaswara, menyebut mesin itu memangkas beban kerja peternak sekaligus menyeragamkan mutu campuran.

“Dengan mekanisme pencampuran bertenaga motor pada Femixa, efisiensi kerja peternak meningkat signifikan dan kualitas pencampuran pakan menjadi lebih konsisten,” katanya.

Baca juga NTP Agustus 2026 Naik ke 129,19, Gabah dan Sawit Pendorong

Ia menjelaskan rancangan alat diarahkan untuk menekan kebutuhan tenaga manusia. “Mekanisme seperti itu dirancang untuk menghasilkan campuran pakan yang lebih homogen sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga dan waktu dalam proses pencampuran secara manual,” ujarnya.

Selain Abram, tim beranggotakan Dananjaya Sastra Jati, Mirza Dhiyaulhaq, Nafisah Aulia, dan Muhammad Haidillah Farhan. Femixa dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek.

Baca juga Pustral UGM: Pangsa Kereta Angkut Barang Baru 1 Persen

Anggota tim, Muhammad Haidillah Farhan, menyebut pekerjaan besar justru menanti setelah pendanaan diperoleh.

“Pencapaian tim kami sejauh ini adalah berhasil mendapatkan pendanaan untuk implementasi alat ini. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menerapkannya menjadi alat yang berkelanjutan dan terus melakukan trial and error agar sesuai dengan kebutuhan mitra,” katanya.

Bagikan

Baca Juga

Karhutla Meluas, Dekan Biologi UGM: Jangan Cuma Respons Darurat
Reklasifikasi MSCI Bisa Picu Lingkaran Setan, Kata Guru Besar UGM
Dosen UGM: 40 Persen Kasus Demensia Bisa Dicegah Sejak Dini
Ekonom UGM: Denda OJK Rp2,1 Triliun Saja Belum Cukup
IHSG Anjlok 11,57 Persen, Ekonom UGM: Belum Tanda Krisis
Daging Ternak Mati karena Antraks Tetap Berbahaya Meski Dimasak