Cekricek.id — Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada merakit mesin pencampur pakan bertenaga surya bernama Femixa untuk mengolah ampas kacang hijau menjadi pakan domba. Alat itu ditujukan bagi peternakan mitra yang selama ini kewalahan memanfaatkan limbah tersebut.
Peternakan mitra menerima sekitar 400 kilogram ampas kacang hijau setiap hari, namun hanya sekitar 240 kilogram yang terolah menjadi pakan sementara sisanya terbuang, menurut keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Kamis (03/09/2026).
Baca juga Mahasiswa UGM Olah Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing Organik
Ketua tim, Abram Adityaswara, menyebut mesin itu memangkas beban kerja peternak sekaligus menyeragamkan mutu campuran.
“Dengan mekanisme pencampuran bertenaga motor pada Femixa, efisiensi kerja peternak meningkat signifikan dan kualitas pencampuran pakan menjadi lebih konsisten,” katanya.
Baca juga NTP Agustus 2026 Naik ke 129,19, Gabah dan Sawit Pendorong
Ia menjelaskan rancangan alat diarahkan untuk menekan kebutuhan tenaga manusia. “Mekanisme seperti itu dirancang untuk menghasilkan campuran pakan yang lebih homogen sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga dan waktu dalam proses pencampuran secara manual,” ujarnya.
Selain Abram, tim beranggotakan Dananjaya Sastra Jati, Mirza Dhiyaulhaq, Nafisah Aulia, dan Muhammad Haidillah Farhan. Femixa dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek.
Baca juga Pustral UGM: Pangsa Kereta Angkut Barang Baru 1 Persen
Anggota tim, Muhammad Haidillah Farhan, menyebut pekerjaan besar justru menanti setelah pendanaan diperoleh.
“Pencapaian tim kami sejauh ini adalah berhasil mendapatkan pendanaan untuk implementasi alat ini. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menerapkannya menjadi alat yang berkelanjutan dan terus melakukan trial and error agar sesuai dengan kebutuhan mitra,” katanya.














