Cekricek.id — Telkom University mewajibkan mahasiswanya menggunakan kecerdasan buatan mulai tahun kedua kuliah, kebijakan yang disampaikan Rektor Suyanto saat membuka masa pengenalan 13.000 mahasiswa baru di Bandung, Kamis, 3 September 2026.
Angkatan baru itu mencakup program sarjana, magister, dan doktor yang tersebar di kampus Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Purwokerto, menurut keterangan tertulis Telkom University, Kamis (03/09/2026). Pembukaan dipusatkan di lapangan Gedung Serba Guna kampus Bandung dan dihadiri jajaran wakil rektor, dekan, serta direktur.
Rektor Telkom University Prof. Suyanto mengatakan mahasiswa tahun pertama lebih dulu dibekali pengetahuan tentang cara kerja serta risiko kecerdasan buatan. “Di tahun kedua hingga lulus kuliah, Adik-adik bukan hanya dibolehkan, tapi diwajibkan untuk menggunakan AI secara benar dan bertanggung jawab. Agar Adik-adik bisa menjadi Human-AI Collaborator yang mampu mengendalikan teknologi AI, bukan yang dikendalikan; serta mampu menjadi Pengguna, Pengembang, atau Pakar AI,” ujarnya.
Baca juga Universitas Riau Latih Dosen dan Tendik Pakai Gemini AI
Kampus tidak menjelaskan bagaimana kewajiban itu dinilai, apakah tercantum dalam kurikulum atau pedoman akademik, dan sanksi apa yang berlaku bila mahasiswa memakai kecerdasan buatan di luar ketentuan. Perbandingan jumlah mahasiswa baru dengan tahun akademik sebelumnya juga tidak disebutkan.
Masa pengenalan di kampus Bandung berlangsung pada 1 sampai 12 September 2026 dan ditutup Sidang Senat Terbuka pada 12 September. Di kampus Jakarta kegiatan digelar 4 sampai 9 September dengan sidang senat pada 7 September, sedangkan kampus Surabaya menjadwalkannya 7 sampai 9 September dengan sidang senat pada 4 September.
Baca juga Rektor UNS ke 933 Mahasiswa Baru: AI Jangan Ganti Pikiran
Kampus Purwokerto menggelar rangkaian terpanjang, yaitu 9 sampai 19 September 2026, dengan sidang senat pada 10 September. Seluruh rangkaian mengusung tema Ready for the Future dengan tagline Growing Today, Thriving Tomorrow.
Direktur Kemahasiswaan, Pengembangan Karir, dan Alumni Telkom University, Maulana Rezi Ramadhana, menyatakan tema itu dipilih karena kampus menilai keunggulan akademik saja tidak cukup, sehingga pembentukan karakter yang adaptif ikut ditekankan sejak pekan pertama perkuliahan. Ia menyebut kesiapan menghadapi tantangan global menjadi alasan tema tersebut dipakai pada penerimaan tahun ini.
Baca juga Dosen UAD Latih Guru TK Kenalkan Koding dan AI ke Anak
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru pada kesempatan yang sama. “Mahasiswa dan perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak utama yang memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian pembukaan diisi penyematan atribut secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dari setiap fakultas oleh rektor, dilanjutkan pemaparan pengenalan institusi oleh para wakil rektor dan gelar wicara. Kampus menutup seluruh rangkaian penerimaan melalui sidang senat terbuka di masing-masing lokasi.
Setelah pembukaan tingkat universitas, mahasiswa baru mengikuti bursa unit kegiatan mahasiswa serta pengenalan di tingkat fakultas dan program studi sebelum sidang senat terbuka digelar di kampus masing-masing.














