Cekricek.id — Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengajak siswa sekolah menengah kejuruan menghidupkan kembali manuskrip Pakem Grĕntĕng asal Kulon Progo. Naskah kuno itu diolah para siswa menjadi lakon wayang karya mereka sendiri.
Program bernama Litera-Wayang itu digelar bersama siswa SMK Negeri 1 Kasihan dan melahirkan dua lakon baru, Bima Kutu Walang Taga serta Gathotkaca Siyung, menurut keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Kamis (03/09/2026).
Baca juga Mahasiswa UGM Rakit Mesin Surya Pengolah Pakan Domba
Anggota tim Litera-Wayang, Najwa Aulya Aliff Na'im, menjelaskan pendekatan yang dipilih timnya.
“Melalui Litera-Wayang, kami ingin mengenalkan kembali Pakem Grĕntĕng kepada siswa dengan cara yang dekat dengan dunia mereka, sehingga manuskrip kuno tersebut dapat dipahami sekaligus dikembangkan menjadi karya yang mereka ciptakan sendiri,” katanya.
Baca juga Mahasiswa UB Teliti Pelecehan Seksual Berbasis AI di X
Ia menegaskan posisi siswa dalam program itu bukan sekadar penonton. “Kami melihat siswa bukan hanya sebagai penerima materi, tetapi sebagai pelaku utama yang mengolah naskah menjadi karya,” ujarnya.
Program ini didampingi dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM, Aprillia Firmonasari.
Baca juga Dosen UGM Jadi Delegasi RI di Forum Forensik DNA Satwa
Siswa kelas XI jurusan pedalangan sekaligus dalang, Deka, mengaku terkesan pada proses hingga pementasan.
“Kami jadi bisa memahami serat Pakem Grĕntĕng yang sangat menarik. Kami sangat bahagia dan takjub pada proses awal hingga pementasan ini karena wayang itu hasil karya kami,” katanya.














