Cekricek.id — Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Junaidi Khotib, masuk jajaran World’s Top 5% Scientist berkat riset kefarmasian dan farmakologi yang ia tekuni bertahun-tahun.
Fokus risetnya mencakup pengembangan obat, mekanisme kerja, dan aktivitas biologi, menurut keterangan tertulis Universitas Airlangga, Jumat (04/09/2026). Dua bidang utama yang ia geluti adalah pengembangan obat untuk remodulasi penyembuhan tulang serta penanganan reaksi alergi dan imunitas.
“Fokus kami secara farmakologi adalah menemukan atau mencari suatu obat yang bisa digunakan untuk mengendalikan keadaan inflamasi,” kata Junaidi.
Baca juga UNS Luncurkan UNS Meter, Platform Riset dan Survei Digital
Ia menetapkan lima prinsip utama agar penelitiannya menembus jurnal internasional bereputasi. Di antaranya penggunaan parameter penelitian berstandar internasional yang dapat dipertanggungjawabkan secara saintifik, kurasi data yang presisi, analisis yang komprehensif, serta pemilihan target jurnal bereputasi.
Konsistensi menjadi tuntutan berikutnya. “Publikasi itu harus bisa dijaga konsistensinya. Setiap tahun harus ada data yang diperoleh melalui riset,” ujarnya.
Baca juga Mahasiswa UGM Ubah Limbah Sawit Jadi Elektroda Superkapasitor
“Penelitian itu tidak berhenti pada repositori, tetapi berlanjut pada publikasi, paten, serta pemanfaatan,” katanya.
Keterangan Universitas Airlangga menyebut salah satu keluaran risetnya berupa kit diagnostik yang memuat sepuluh alergen.
Baca juga IPB Kaji Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa di Indramayu
Universitas Airlangga tidak menyebutkan lembaga pemeringkat yang menyusun daftar World’s Top 5% Scientist tersebut, jumlah publikasi Junaidi, maupun posisinya dalam daftar itu.














