Mahasiswa UNAIR Rancang Baterai Natrium dari Rumput Laut

A A

Mahasiswa Universitas Airlangga yang tergabung dalam Tim TNT, peraih juara 2 International Paper and Poster EXCESS 2026. [Foto: Dok. Tim TNT via UNAIR]

Cekricek.id — Tiga mahasiswa Universitas Airlangga merancang baterai natrium berbahan rumput laut dan air garam sisa produksi. Gagasan bernama NaSEA itu mengantar mereka meraih juara 2 pada International Paper and Poster EXCESS 2026.

Baca juga Mahasiswa UNAIR Juara Lewat Deteksi TB dari Suara Batuk

Kompetisi tersebut digelar Universitas Lampung pada 30 Agustus 2026 dan diikuti Ferdiansyah Darmawan, Reza Ranidia Rahim, serta Bening Widhi Utomo dari Fakultas Sains dan Teknologi, menurut keterangan tertulis Universitas Airlangga, Kamis (03/09/2026).

Baca juga ITS dan BRMP Jatim Terapkan Platform Dekarbonisasi Padi

Anggota Tim TNT, Ferdiansyah Darmawan, menjelaskan bentuk baterai yang mereka usulkan tidak berbeda dari baterai biasa.

“Baterai yang kami usulkan bentuknya seperti baterai pada umumnya, namun materialnya memanfaatkan sumber daya laut,” katanya.

Perbedaannya terletak pada bahan penyusun. “Kami menggunakan rumput laut dikarbonisasi untuk dimanfaatkan sebagai anoda baterai, sedangkan natrium digunakan sebagai alternatif material pengganti litium,” ujarnya.

Baca juga IPB Dorong Inovasi Kayu Modifikasi Tembus Pasar Industri

Ia menegaskan gagasan itu masih memerlukan pembuktian lebih lanjut di laboratorium.

“Kami berharap ide ini dapat peneliti lain lanjutkan. Kami mungkin baru memberikan sebuah ide yang bisa dikembangkan, sehingga diperlukan penelitian dan kolaborasi lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya,” katanya.

Bagikan

Baca Juga

Asap Karhutla Sampai Malaysia, Ini Penjelasan Dosen UNAIR
Gaji ASN Lewat Kopdes, Guru Besar UNAIR: Sistem Bisa Rusak Semua
Ekspor Jasa Digital Menekan Emisi Karbon di Lima Negara BRICS
Surabaya Tembus 38 Derajat, Pakar UNAIR: Warga Mudah Tersulut
Energi Terbarukan Menekan Emisi di Uni Eropa, Belum di Luarnya
Kematian Naik 5 Persen saat Gelombang Panas, Pakar Soroti Risiko