Cekricek.id — Tim peneliti muda Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB University mengkaji program restorasi mangrove di pesisir utara Jawa. Kajian dipusatkan di sekitar pesisir Indramayu, terutama daerah aliran sungai Cimanuk.
Kegiatan itu memperoleh dukungan program The Flood Impacts, Carbon Pricing and Ecosystem Sustainability atau FINCAPES, menurut keterangan tertulis IPB University, Kamis (03/09/2026).
Baca juga ESDM: Panas Bumi Gunung Ungaran Digarap Bertahap
Peneliti PPLH IPB University, Tarisa Fadilah, memaparkan cakupan dan tenggat kegiatan.
“Kegiatan ini berlangsung sejak Agustus 2025 hingga Agustus 2026. Lokasi studi berada di sekitar pesisir Indramayu, terutama sekitar daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk,” katanya.
Baca juga Pemerintah Bidik 42,6 Gigawatt Energi Terbarukan dalam RUPTL
Survei sosial ekonomi dilakukan di enam desa, sementara pengamatan lapangan menyasar kawasan pesisir Waledan, Cangkring, dan Pantai Tiris. Kajian melibatkan BRIN, Institut Teknologi Bandung, dan Institute of Technology of Cambodia, serta menggandeng dinas lingkungan hidup setempat.
Baca juga NTP Agustus 2026 Naik ke 129,19, Gabah dan Sawit Pendorong
Kepala PPLH IPB University, Yudi Setiawan, menyebut kerja sama itu memperluas jangkauan lembaganya.
“Kegiatan bersama FINCAPES dengan dukungan dari universitas dalam dan luar negeri, maupun lembaga penelitian seperti BRIN diharapkan akan memperluas dampak dan kontribusi PPLH IPB University pada level nasional maupun internasional,” katanya.
Ia menekankan penilaian aspek sosial menjadi penentu diterimanya kebijakan rehabilitasi di lapangan.
“Penilaian terhadap aspek sosial dilakukan agar kebijakan yang dihasilkan oleh program rehabilitasi mangrove selama ini tidak hanya benar secara sains, tetapi juga mempunyai nilai manfaat dan diterima dengan baik oleh penduduk sekitar,” ujarnya.














