Cekricek.id — Startup binaan IPB University, Planteria, mencatat kenaikan produktivitas bawang merah sekitar 40 persen dan penurunan pemakaian pupuk kimia 40 persen pada demplot di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Pengujian memakai produk berbasis jamur Trichoderma di lahan seluas 7.135,2 meter persegi bersama delapan petani.
Panen demplot berlangsung pada 12 Agustus 2026, menurut keterangan tertulis IPB University, Rabu (02/09/2026). Produk yang diuji bernama TrichoMeta Thanos.
Baca juga IPB Bangun Pemantau Kualitas Udara Dampak Karhutla Harian
CEO Planteria, Bambang Sutrisno, memaparkan hasil pengukuran di lahan tersebut.
“Hasil panen menunjukkan penggunaan TrichoMeta Thanos mampu meningkatkan produktivitas bawang merah sekitar 40 persen, meningkatkan kesuburan tanah, dan menekan penggunaan pupuk kimia sebesar 40 persen,” katanya.
Baca juga Mahasiswa UNAIR Olah Tujuh Limbah Jadi Pakan Domba
Ia mengajak pemangku kepentingan setempat memperluas penerapannya. “Harapannya, seluruh pihak di Nganjuk dapat berkolaborasi untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani bawang merah melalui penerapan teknologi yang tepat,” ujar Bambang.
Bupati Nganjuk, Dr. H. Marhaen Djumadi, menilai petani memerlukan hasil riset kampus. “Petani memiliki lahan yang praktis, tetapi membutuhkan ilmu dan hasil penelitian dari perguruan tinggi seperti yang dilakukan Planteria,” katanya.
Baca juga Peneliti UGM: Kolagen Kulit Kambing Bisa Turunkan Tensi
Kepala Lembaga Pengembangan Agrifood dan Agroindustri Indonesia IPB University, Dr. Handian Purwawangsa, menyebut lembaganya membina sekitar 72 startup. Planteria menjalani inkubasi tiga tahun melalui program PRIME STeP.
Planteria belum menyebutkan harga produk per hektare maupun rencana perluasan demplot ke sentra bawang merah lain.














