Cekricek.id — Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember menemukan air keruh, debit yang menyusut saat kemarau, dan indikasi sumbatan pasir pada jaringan pipa di Distrik Momi Waren, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. Temuan itu dikumpulkan dari enam kampung selama sepekan survei.
Survei dimulai Selasa (18/08/2026) dan menjangkau Kampung Demini, Siwi, Nij, Dembek, Gaya Baru, serta Waren, menurut keterangan tertulis Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Rabu (02/09/2026). Distrik itu memiliki Instalasi Pengolahan Air Momi Waren.
Baca juga Tim UNAIR Petakan Aliran Sampah Prafi Sebelum Pilih Alat
Ketua Tim 04 Ekspedisi Patriot ITS 2026, Candida Aulia De Silva Nusantara, S.T., M.T., menekankan pentingnya memetakan seluruh kondisi sebelum menyusun rekomendasi.
Baca juga Mahasiswa UNAIR Sulap Bambu Betung Jadi Penyaring Air Bencana
“Gambaran yang utuh ini penting agar rekomendasi yang kami susun benar-benar berangkat dari kondisi nyata di Momi Waren,” katanya.
Ia menyebut seluruh catatan lapangan akan menjadi dasar analisis. “Setiap catatan mengenai sumber, pipa, kualitas air, maupun perubahan debit saat kemarau akan menjadi bagian dari dasar analisis,” ujar Candida.
Baca juga UNAIR Siapkan Kader Tangguh Bencana di Manokwari
Anggota tim, Muh Raihan Uwaiz, S.Tr., mengingatkan penampakan air belum cukup untuk menyimpulkan kelayakannya. “Kondisi visual air belum dapat langsung menjadi kesimpulan mengenai kelayakan air dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Tim belum menyebutkan hasil uji laboratorium kualitas air maupun kapan rekomendasi perbaikan jaringan akan diserahkan kepada pemerintah daerah.














