Sebuah galon plastik bekas, potongan karpet tebal, dan sisa makanan dari dapur. Dari tiga bahan itu mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyusun alat pengolah sampah rumah tangga.
Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS memperkenalkan Galon Takakura kepada warga Kelurahan Medokan Semampir RW 03, Surabaya, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat.
Kompos Setiap Tiga Bulan
Ketua tim, Marvel Dharma Dwinanda, mahasiswa angkatan 2024, menjelaskan alasan alat itu menyasar sampah organik.
Baca juga ITS Uji Sensor Gempa Murah dan Rumah Tahan Gempa
“Sampah sisa makanan menjadi mayoritas sampah yang dibuang oleh masyarakat,” katanya.
Baca juga Dosen Bung Hatta Riset Implan Gigi dari Tulang Sapi
Komposter itu mengubah sisa makanan dan bahan organik lain menjadi kompos setiap tiga bulan sekali. Bahannya sengaja dipilih dari barang yang mudah ditemukan di rumah agar warga bisa membuat sendiri.
Bukan Hanya Soal Sampah
Selain memperkenalkan alat, tim menghadirkan materi pengolahan sampah organik yang disampaikan Welly Herumurti, S.T., M.Sc. Warga diajak memahami alur pengomposan, bukan sekadar menerima alatnya.
Baca juga UNDIP Buka Profesi Insinyur untuk 300 Perwira Pertamina
Menurut tim, manfaat alat itu berjalan dua arah: mengurangi beban sampah rumah tangga sekaligus memberi warga kompos gratis untuk tanaman.
Kegiatan ini dikaitkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan.













