Kadin Jajaki Kerja Sama Pertanian dengan Uruguay

A A

Pertemuan Kadin Indonesia dengan delegasi Uruguay di Menara Kadin Indonesia, Jakarta. [Foto: Kadin Indonesia]

Cekricek.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menerima kunjungan delegasi Uruguay untuk menjajaki kerja sama di sektor pertanian dan peternakan. Pertemuan berlangsung di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026), demikian dikutip dari kadin.id.

Menurut keterangan lembaga itu, Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Indonesia Devi Erna Rachmawati bersama Cecep Muhammad Wahyudin menerima delegasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri Republik Oriental Uruguay Valeria Csukasi. Turut hadir Wakil Menteri Pertanian dan Perikanan Uruguay Matías Carámbula serta Duta Besar Uruguay untuk Indonesia Cristina González.

Kedua negara dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan kemitraan strategis di sektor pertanian dan peternakan. Salah satu peluang utama yang dibahas adalah kerja sama di sektor industri susu.

Peluang di Industri Susu dan Ternak

Indonesia terus memperkuat produksi daging sapi dan susu dalam negeri sehingga membuka peluang bagi Uruguay untuk bekerja sama dalam bidang pembibitan dan genetika ternak, peternakan sapi perah, pengembangan pakan, kesehatan hewan, pengolahan daging, serta industri pengolahan susu.

Kerja sama tersebut diharapkan turut mendorong investasi, transfer teknologi, dan pengembangan produksi di dalam negeri. Skema kemitraan dinilai dapat memperkuat rantai pasok peternakan nasional yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar negeri untuk sejumlah komponen.

Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi besar meningkatkan ekspor produk pertanian ke Uruguay sekaligus memperluas akses ke pasar Amerika Latin. Komoditas yang disebut berpeluang antara lain buah-buahan tropis, kopi, kakao, rempah-rempah, produk kelapa, produk berbasis kelapa sawit, pupuk hayati, pupuk organik, serta berbagai produk pertanian bernilai tambah lainnya.

Kolaborasi Teknologi dan Riset

Bidang strategis lain yang dibahas adalah kolaborasi teknologi dan riset pertanian. Indonesia dan Uruguay dinilai dapat mendorong penelitian bersama di bidang bioteknologi, pupuk hayati, precision agriculture, climate-smart farming, peningkatan produktivitas peternakan, mekanisasi pertanian, serta sistem ketertelusuran digital.

Untuk mempercepat implementasi kerja sama, kedua negara dapat mengembangkan business matching, joint venture, kemitraan riset, pertukaran teknologi, serta peluang investasi. Skema itu direncanakan melibatkan pemerintah, sektor swasta, universitas, lembaga penelitian, hingga petani.

Penjajakan pasar baru ini sejalan dengan tren perdagangan pertanian nasional yang menguat, ditandai lonjakan nilai ekspor pertanian pada 2025 disertai penurunan impor. Sebelumnya, Kadin Indonesia juga menyambut target pertumbuhan ekonomi 6 persen dalam RAPBN 2027, sementara di daerah Kadin NTT menyalurkan bantuan ke tujuh wilayah terdampak gempa Flores.

Bagikan

Baca Juga

Menteri Perdagangan G20 Tolak Pangan Jadi Alat Tekanan Geopolitik
Kemendag Dampingi Sertifikasi Halal 56 UMK Depok dan Tangsel
OJK Luncurkan RP3I 2026-2030 untuk Perkuat Perbankan Nasional
Neraca Perdagangan Agustus 2026 Surplus USD 3,55 Miliar
Petani Samin di Blora Mengusir Tikus lewat Ritual Adat Lamporan
Lansia China yang Tetap Bekerja Lebih Jarang Merasa Tak Berguna