Cekricek.id — Lima mahasiswa UGM mengembangkan kemasan dari miselium jamur tiram putih dan limbah pertanian sebagai pengganti styrofoam yang bebas mikroplastik.
Produk bernama Mushfoam itu dikerjakan lewat Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan 2026, menurut laman resmi UGM, Senin (07/09/2026).
Tim diketuai Divo Cahaya Fikri dari Teknik Nuklir, bersama Nasyawana Ladita Agustine, Umi Muthoharoh, Reyhan Abelard Fikri, dan Balqhis Naila Andini.
Mereka dibimbing dosen Choirunnisa Arifa.
Ketua tim Divo Cahaya Fikri menyebut gagasan itu berangkat dari persoalan limbah styrofoam.
“Muncul gagasan untuk memanfaatkan limbah pertanian yang mudah terurai sebagai pengganti polistirena, guna mengurangi limbah styrofoam sekaligus memaksimalkan potensi limbah pertanian yang belum banyak dimanfaatkan,” katanya.
Baca juga fasilitas baru yang diresmikan Universitas Gadjah Mada
Bahan bakunya berupa ampas tebu, tongkol jagung giling, dan dedak padi.
Miselium jamur tiram putih dibiarkan tumbuh selama lima hingga tujuh hari.
Panel yang dihasilkan berukuran standar 60 kali 40 sentimeter dengan ketebalan satu hingga dua sentimeter.
Menurut tim, kemasan itu tidak melepaskan mikroplastik dan dapat dikomposkan setelah dipakai.
Baca juga persoalan lingkungan lain yang disorot kalangan kampus
Tim memproyeksikan tingkat pengembalian investasi 46,24 persen dengan rasio manfaat terhadap biaya 1,42.
Target produksi awalnya 400 pak unit.
“Bagi kami, tantangannya bukan hanya menghasilkan material yang ramah lingkungan, tetapi juga memastikan produk tersebut memiliki nilai ekonomi dan dapat diterima pasar,” kata Umi Muthoharoh.
Baca juga pemanfaatan hasil pertanian yang diajarkan kampus lain
“Karena itu, kami perlu menghitung biaya produksi dan menentukan harga yang tetap terjangkau bagi calon pengguna, sekaligus memastikan usaha ini dapat terus berkembang,” lanjutnya.














