Cekricek.id — Budi daya buah dalam pot dipelajari langsung peserta Sekolah Komoditas IPB University 2026 di Kebun Petik Tenjo, Kabupaten Bogor.
Kunjungan lapangan itu bagian dari Agripreneur Camp, seperti dimuat dalam keterangan resmi IPB University, Senin (07/09/2026).
Kegiatan diselenggarakan Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University di Kecamatan Tenjolaya.
Tanaman buah seperti alpukat, jambu, dan kelengkeng umumnya dibudidayakan langsung di lahan terbuka dan membutuhkan ruang yang cukup luas.
Perkembangan teknik tanaman buah dalam pot memungkinkan budi daya dilakukan pada lahan yang lebih terbatas.
Kebun Petik Tenjo dikelola tim Yayasan Durian Nusantara di bawah kepengurusan Reza Tirtawinata, alumnus IPB University yang mengembangkan teknik itu sejak 2022.
Baca juga kajian restorasi mangrove di pantai utara Jawa
Penerapannya kini tidak hanya di Bogor, tetapi juga berkembang ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Teknik penanaman ini memberikan berbagai manfaat, salah satunya bisa membuat panen buah sepanjang tahun tanpa musim, optimasi hara dan nutrisi tanaman, memaksimalkan sistem pengairan,” ujar Reza.
Melalui teknik itu, pemupukan, pengairan, dan pemberian nutrisi dikelola sesuai kebutuhan tanaman sehingga pengelolaan lebih intensif dan terukur.
Sebanyak 25 peserta terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi dan masyarakat binaan IPB University mengikuti kegiatan ini.
Mereka mempelajari penanaman dan pemeliharaan, pemupukan dan manajemen nutrisi tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga induksi pembuahan.
Baca juga wahana praktik lapangan milik kampus bagi mahasiswa
Agripreneur Camp merupakan bagian dari alur pembelajaran Sekolah Komoditas 2026 setelah peserta memperoleh pembekalan lewat Thematic Course bersama dosen dan praktisi.
Tahapan lapangan itu dimaksudkan agar peserta tidak hanya memahami konsep dan teori, tetapi juga melihat penerapan teknologi serta pengelolaan komoditas di tingkat kebun.
Wakil Kepala LPA2I Bidang Inovasi, Alih Teknologi, dan Sociopreneurship, Tri Prartono, menyebut kegiatan itu bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang aplikatif.
“Kami berharap adanya Sekolah Komoditas ini bisa bermanfaat untuk implementasi ilmu pengetahuan yang aplikatif sesuai dengan tridarma perguruan tinggi,” ujar Tri.
Baca juga karya mahasiswa yang dipakai langsung oleh warga
Secara keseluruhan, Sekolah Komoditas 2026 diikuti sekitar 90 peserta dalam empat bidang komoditas.
Keempat bidang itu adalah buah unggul, tanaman pangan, unggas, dan ikan air tawar.














