Cekricek.id — Riset doktoral FK-KMK UGM menemukan kombinasi prolotherapy dan aktivitas fisik personal lebih baik meredakan nyeri penderita osteoartritis lutut.
Temuan itu dipaparkan Muhammad Yusuf Hisam pada ujian terbuka program doktor, menurut laman resmi UGM, Kamis (10/09/2026).
Ujian berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, dan ia dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude sebagai doktor ke-7.406 UGM.
“Kami menilai bahwa perlu ada kebaruan dengan menambahkan salah satu terapi yang mudah, murah, dan bisa dilakukan oleh semua klinisi,” ujarnya.
Baca juga riset kampus lain untuk penderita penyakit autoimun
Ia membandingkan dua kelompok pasien, yakni yang menerima prolotherapy saja dan yang menerima kombinasi dengan aktivitas fisik personal.
“Kelompok yang mendapatkan kombinasi prolotherapy dan aktivitas fisik personal menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan kelompok yang hanya mendapatkan prolotherapy,” jelasnya.
Pengukuran memakai Visual Analog Scale dan WOMAC.
Baca juga penjelasan akademisi lain soal gangguan fungsi tubuh
Hasilnya tidak berbeda bermakna pada Visual Analog Scale, tetapi signifikan pada WOMAC.
Biomarker yang diamati adalah interleukin-1 beta dan matrix metalloproteinase-3.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 60 persen penderita osteoartritis adalah perempuan.
Baca juga riset mahasiswa lain di bidang ortopedi
“Intervensi prolotherapy dan aktivitas fisik personal dapat menjadi opsi alternatif pada manajemen intervensi nyeri untuk penderita osteoartritis lutut,” ungkapnya.















