Guru Besar UGM: Ayam Bebas Sangkar Tak Bebas Penyakit

A A

Ilustrasi ayam petelur pada kandang sistem bebas sangkar dengan tempat pakan. [Foto: Universitas Gadjah Mada]

Cekricek.id — Guru Besar Bidang Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Michael Haryadi Wibowo, menegaskan sistem pemeliharaan ayam bebas sangkar tidak membebaskan unggas dari penyakit.

Pernyataan itu disampaikan pada seminar Hari Ayam dan Telur Nasional 2026 di Auditorium FKH UGM, menurut laman resmi UGM, Kamis (10/09/2026).

“Kalau kita bicara cage-free, ya itu bukan berarti bebas dari penyakit,” katanya.

Sistem bebas sangkar membuat ayam berinteraksi langsung dengan lingkungan, ayam lain, serta alas kandang.

Baca juga penjelasan pakar lain soal risiko kesehatan lingkungan

Penyakit yang ia sebut mencakup salmonella, koksidiosis, infectious bronchitis virus, avian influenza, hingga mycoplasma.

Ia menganjurkan peternak tidak menunggu kematian ayam meningkat untuk mengetahui adanya masalah kesehatan.

“Kalau sudah ada kematian, berarti masalahnya sudah berjalan,” jelasnya.

Baca juga penjelasan dosen lain atas klaim yang beredar

Meski begitu, ia menyatakan mendukung pengembangan sistem bebas sangkar.

“Saya secara personal tidak anti dengan cage-free. Saya support cage-free, tapi ya problemnya adalah peternak harus menciptakan pasar untuk itu,” pungkasnya.

Manager Layer Farm PT Wododo Makmur Unggas Tbk, Arif Afiata Rahmat, menilai penerapan sistem itu juga menyangkut produktivitas dan struktur biaya.

Baca juga kabar lain dari kampus soal capaian bidang pertanian

“Memang benar, produktivitas itu adalah interaksi antara genetik dan lingkungan,” ujarnya.

Bagikan

Baca Juga

Karhutla Meluas, Dekan Biologi UGM: Jangan Cuma Respons Darurat
Reklasifikasi MSCI Bisa Picu Lingkaran Setan, Kata Guru Besar UGM
Dosen UGM: 40 Persen Kasus Demensia Bisa Dicegah Sejak Dini
Ekonom UGM: Denda OJK Rp2,1 Triliun Saja Belum Cukup
IHSG Anjlok 11,57 Persen, Ekonom UGM: Belum Tanda Krisis
Daging Ternak Mati karena Antraks Tetap Berbahaya Meski Dimasak