Cekricek.id — Lima mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia membuat Netravest, rompi pintar yang mendeteksi rintangan sekaligus mengenali nominal uang kertas bagi penyandang tunanetra.
Perangkat itu dikembangkan lewat Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta 2026, menurut laman resmi UPI, Kamis (10/09/2026).
Pengguna cukup menaruh uang di depan kamera pada jarak sekitar 30 sentimeter.
Sistem lalu menyebutkan nominalnya lewat suara melalui bone conduction dalam waktu sekitar 200 milidetik.
Baca juga langkah mahasiswa lain merangkul kelompok rentan
Netravest memakai algoritma YOLOv8n dengan lebih dari 30 ribu data latih dan lebih dari 20 kelas objek rintangan.
Perangkat itu menggabungkan sensor LiDAR dan kamera, berbobot sekitar dua kilogram, dengan daya tahan baterai sekitar delapan jam.
Anggota tim Netravest, Hanif Muzaffar Gunawan, menyebut perangkat itu masih dalam tahap pengembangan.
Baca juga inovasi mahasiswa lain berbasis kecerdasan buatan
“Masih banyak potensi yang bisa dioptimalisasi lagi, mulai dari AI sampai ke hardware. Harapannya, ke depan perangkat ini bisa lebih ringkas dan lebih optimal,” ujarnya.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UPI, Siti Nurbayani Kusumaningsih, menyebut karya itu mengarahkan prestasi mahasiswa pada manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca juga karya mahasiswa lain yang menjawab kebutuhan warga
“Netravest tidak hanya menghasilkan sebuah teknologi, tetapi menunjukkan bagaimana ilmu, kreativitas, dan kepedulian sosial mahasiswa dapat diubah menjadi solusi nyata,” katanya.
Prototipe fisik Netravest rampung pada akhir Juli 2026 dan diuji sepanjang Agustus hingga September 2026.















