Cekricek.id — Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Esa Azali Asyahid, menemukan kenaikan suhu tahunan satu derajat Celsius memangkas pendapatan usaha kecil 13 hingga 14 persen.
Temuan itu dipaparkan pada Research Series bertajuk Climate Change and Small Business Productivity, menurut laman resmi UGM, Kamis (10/09/2026).
“Kami menemukan bahwa kenaikan temperatur tahunan sebesar 1 derajat Celsius dari kondisi normal menyebabkan penurunan pendapatan usaha sekitar 13 hingga 14 persen,” ujar Esa.
Ia menambahkan pendapatan tiap pekerja dapat turun hingga sekitar 20 persen.
Baca juga riset mahasiswa kampus lain soal paparan sinar matahari
Penelitian itu menemukan pengaruh suhu terhadap produktivitas tidak bersifat linear, melainkan membentuk pola seperti huruf U terbalik.
“Produktivitas cenderung optimal pada temperatur rata-rata tahunan sekitar 25 hingga 26 derajat Celsius,” jelasnya.
Rata-rata suhu di banyak wilayah Indonesia sudah berada di angka 26,6 derajat Celsius.
Suhu maksimum harian di area Jabodetabek bahkan belakangan bisa mencapai 36 derajat Celsius.
Baca juga penjelasan dosen lain soal gangguan fungsi tubuh
Usaha berskala kecil dan sektor padat karya seperti konstruksi, manufaktur, serta usaha makanan tercatat mengalami tekanan produktivitas paling besar.
“Paparan suhu tinggi menyebabkan tekanan fisik yang membuat pekerja melambat dan lebih sering beristirahat,” ujarnya.
Menurut dia, suhu panas juga mengganggu kemampuan kognitif pekerja dalam mengambil keputusan.
Baca juga langkah mahasiswa lain merintis usaha kecil
“Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan juga persoalan produktivitas, kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi,” tegasnya.















