Cekricek.id — Nepal menuntut kompensasi iklim sebesar 20 juta dolar Amerika Serikat dari Dana Kerugian dan Kerusakan Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah banjir gletser Agustus lalu.
Tuntutan itu dilaporkan Al Jazeera, Rabu (09/09/2026).
Banjir terjadi pada 26 Agustus setelah sebagian gletser pegunungan runtuh.
Air dan lumpur menerjang wilayah Rasuwa dan Nuwakot di Nepal serta kawasan Tibet di China.
Lebih dari 1.300 orang dipastikan tewas dan lebih dari 5.000 orang masih hilang.
Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, menyoroti beban yang ditanggung negaranya.
“Kami membayar harga tertinggi untuk krisis global yang tidak kami ciptakan,” katanya.
Baca juga temuan riset global lain soal risiko yang ditanggung warga desa
Nepal menyumbang kurang dari 0,1 persen emisi gas rumah kaca global.
Presiden Nepal, Ramchandra Paudel, menyerukan langkah nyata dari komunitas internasional.
Baca juga keputusan pendanaan internasional untuk wilayah rentan lainnya
“Saya menyampaikan seruan yang tulus kepada komunitas internasional untuk tidak hanya mendengarkan suara negara-negara yang rentan secara ekologis, termasuk Nepal,” katanya.
“Tetapi juga mengambil langkah konkret dan efektif untuk memastikan keadilan iklim bagi mereka,” lanjutnya.
Baca juga peristiwa lain yang menimbulkan korban jiwa pekan ini














