Cekricek.id — Uni Eropa menambah investasi 200 juta euro di Greenland selama dua tahun untuk mempererat hubungan ekonomi dan pengolahan bahan baku.
Rencana itu diumumkan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, menurut laporan Euronews, Senin (07/09/2026).
Investasi difokuskan pada tiga bidang, yaitu konektivitas digital, energi bersih dengan penekanan pada tenaga air, dan pertambangan bahan baku kritis yang berkelanjutan.
Greenland memiliki 25 dari 34 mineral yang dinilai Brussels penting bagi pengembangan energi terbarukan dan teknologi mutakhir.
“Kami tahu Arktik telah menjadi salah satu tempat lempeng tektonik geopolitik bertumbukan, sehingga kami punya kepentingan langsung atas apa yang terjadi di sini,” katanya.
Baca juga pertemuan utusan Amerika Serikat dengan Presiden Ukraina
Von der Leyen menegaskan posisi Uni Eropa terhadap masa depan wilayah tersebut.
“Uni Eropa berdiri dalam solidaritas penuh dengan Kerajaan Denmark dan rakyat Greenland. Masa depan Greenland ditentukan rakyat Greenland dan Denmark. Tidak ada pihak lain,” ujarnya.
“Integritas wilayah, kedaulatan, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan. Ini adalah prinsip mendasar hukum internasional,” lanjutnya.
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut penguatan hubungan tersebut.
Baca juga serangan bersenjata terhadap pos militer di negara lain
“Greenland membutuhkan Uni Eropa, dan Uni Eropa membutuhkan Greenland. Saya sangat yakin ini benar. Kita saling membutuhkan,” katanya.
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyampaikan terima kasih atas sikap Komisi Eropa.
“Suara Anda sangat jelas dalam beberapa tahun terakhir. Kami membutuhkannya, dan kami membutuhkannya sekarang,” ucapnya.
Baca juga tuntutan warga Eropa atas persoalan lingkungan
Komisi Eropa juga mengalokasikan 530 juta euro khusus untuk Greenland dalam usulan anggaran Uni Eropa berikutnya.
Sementara itu, latihan Arctic Shield NATO akan melibatkan tentara dari sepuluh negara selama dua pekan.














