Cekricek.id — Puluhan ribu orang berunjuk rasa di Zagreb, Sabtu, menuntut pemerintah Kroasia segera membersihkan timbunan limbah berbahaya ilegal yang disebut warga meracuni kawasan pegunungan Lika.
Mengutip laporan Al Jazeera, Sabtu (05/09/2026), unjuk rasa itu termasuk yang terbesar di Kroasia dalam beberapa tahun terakhir. Pemicunya adalah kegagalan pemerintah selama berbulan-bulan menyingkirkan lebih dari 30.000 ton limbah, termasuk bahan medis dan industri, yang ditimbun di dekat kota Gospic.
Kemarahan itu meluas menjadi tantangan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Andrej Plenkovic, yang dituduh lawan politiknya melakukan korupsi dan menutupi skala pencemaran yang sebenarnya.
Baca juga Marta Kos Batalkan Kunjungan ke Serbia soal Penghormatan Mladic
Salah seorang peserta unjuk rasa, Ivan Rittinger, menyebut persoalan itu bukan sekadar musibah. “Ini bukan tragedi, ini kejahatan,” katanya.
Pemimpin kelompok warga Gospic Is Our Home, Vjekoslav Busic, mempertanyakan kepada massa siapa yang membangun lembaga dan menempatkan orang-orang yang membiarkan pencemaran berlangsung bertahun-tahun.
Baca juga Pemerintahan Meloni Jadi yang Terlama di Italia Sejak 1945
Tiga belas orang ditangkap pada Februari terkait kasus tersebut. Impor limbah disebut mulai berlangsung sejak 2023, dengan keuntungan skema itu ditaksir 4 juta dolar Amerika Serikat.
Pengunjuk rasa menuntut rencana pembersihan disusun dalam 20 hari dan seluruh limbah diangkut dalam tiga bulan.
Baca juga Lima Tewas di Kapal Migran yang Terapung Dekat Canary
Laporan itu tidak memuat tanggapan pemerintah Kroasia atas tuntutan tersebut.














