Cekricek.id — Pemerintahan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mencatat 1.413 hari berkuasa dan menjadi yang terlama sejak Perang Dunia II. Rekor itu diraih di tengah perdebatan soal apa yang dihasilkan dari stabilitas tersebut.
Angka pertumbuhan ekonomi Italia tahun ini diperkirakan hanya 0,6 persen, sementara tingkat pengangguran turun dari 7 persen menjadi sekitar 5 persen, menurut laporan Euronews, Kamis (03/09/2026).
Baca juga Laporan Bocor soal Peran Maroko Guncang Pemerintah Spanyol
Anggota parlemen dari partai Fratelli d'Italia, Marco Osnato, menyebut capaian itu sebagai kebanggaan.
“It is certainly a point of pride,” katanya, yang berarti hal itu tentu menjadi kebanggaan.
Baca juga Permadani Bayeux Dipamerkan di London Setelah Sembilan Abad
Ia menambahkan posisi Italia menguat di panggung Eropa. “When it comes to foreign policy, Italy has never been so central, particularly in Europe,” ujarnya.
Baca juga Trump Usul Selat Hormuz Diganti Nama Jadi Trump Strait
Ketua kelompok parlemen Partai Demokratik yang beroposisi, Chiara Braga, menilai stabilitas itu tidak diterjemahkan menjadi perbaikan nyata.
“This stability was not capitalised upon. It did not lead to any significant improvement in people's living standards or business competitiveness,” katanya.
Ekonom Universitas Bocconi Milan, Tito Boeri, menilai pemerintahan itu lebih sibuk bertahan daripada bekerja. Ia menyebut pemerintahan ini terutama berupaya bertahan dengan cara melakukan sesedikit mungkin.
Partisipasi pemilih menjadi persoalan lain. Pemilu 2022 hanya diikuti sekitar 64 persen pemilih, rekor terendah, sedangkan pemilihan Parlemen Eropa 2024 bahkan di bawah 50 persen.














