Maduro Klaim Imunitas, Minta Dakwaan AS Dibatalkan

A A

Nicolas Maduro digiring agen berjaket DEA di antara petugas bersenjata. [Foto: Reuters via Al Jazeera]

Cekricek.id — Tim hukum mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, meminta pengadilan distrik Manhattan membatalkan dakwaan penyelundupan narkoba terhadap kliennya. Permohonan itu bersandar pada imunitas yang melekat pada kepala negara.

Maduro dibawa paksa pasukan Amerika Serikat dari Caracas dalam operasi militer pada 3 Januari lalu, menurut laporan Al Jazeera, Kamis (03/09/2026).

Baca juga Laporan Bocor soal Peran Maroko Guncang Pemerintah Spanyol

Pengacara Maduro, Barry Pollack, menyebut penuntutan itu belum pernah terjadi sebelumnya.

“This unprecedented prosecution violates the absolute immunity from criminal jurisdiction to which heads of state and foreign officials acting in their official capacities have been entitled for hundreds of years,” katanya, yang berarti penuntutan itu melanggar imunitas mutlak yang selama ratusan tahun melekat pada kepala negara.

Baca juga Trump Usul Selat Hormuz Diganti Nama Jadi Trump Strait

Ia juga membandingkan perkara ini dengan kasus Manuel Noriega. “Unlike in Noriega, the Executive Branch does not dispute that Mr Maduro was Venezuela's head of state, but instead merely claims that, after 2019, he did not occupy that position legitimately,” ujarnya.

Baca juga Permadani Bayeux Dipamerkan di London Setelah Sembilan Abad

Hakim Alvin Hellerstein menjadwalkan sidang permohonan itu pada 17 November 2026. Jaksa diberi tenggat menjawab hingga 2 Oktober 2026, sedangkan persidangan pokok perkara disiapkan mulai 1 Juni 2027 bila pembatalan ditolak.

Kursi kepresidenan Venezuela kini dipegang mantan wakil presiden, Delcy Rodriguez, sebagai pemimpin sementara. Washington dan Caracas belakangan menyepakati pengaturan minyak yang memberi Amerika Serikat akses atas sekitar seperlima cadangan Venezuela.

Bagikan

Baca Juga

Foto yang menyertai laporan Al Jazeera tentang Mahkamah Agung Amerika Serikat
Kongres AS Tolak Amandemen Pembatasan Jumlah Hakim Agung
Presiden Amerika Serikat Donald Trump duduk di meja kerja Ruang Oval
Trump Ancam Serangan Lanjutan, Iran Bantah Klaim AS
Pedro Sanchez menunduk di depan papan latar belakang berlogo NATO
Laporan Bocor soal Peran Maroko Guncang Pemerintah Spanyol
Raja Charles III, Emmanuel Macron, dan Andy Burnham di British Museum, London
Permadani Bayeux Dipamerkan di London Setelah Sembilan Abad
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara dalam sebuah upacara di Pentagon
Senator Republik Minta Trump Pecat Menhan Pete Hegseth
Anak-anak Palestina menonton pemutaran film di kamp pengungsian di Kota Gaza
Menhan Israel: Tak Ada Solusi Gaza Tanpa Migrasi Warga