Kongres AS Tolak Amandemen Pembatasan Jumlah Hakim Agung

A A

Foto yang menyertai laporan Al Jazeera tentang Mahkamah Agung Amerika Serikat. [Foto: Reuters via Al Jazeera]

Cekricek.id — Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat menolak usulan amandemen konstitusi yang akan mengunci jumlah hakim Mahkamah Agung di angka sembilan. Amandemen itu hanya meraih 212 suara setuju berbanding 206 menolak, jauh dari ambang dua pertiga yang disyaratkan.

Jumlah hakim Mahkamah Agung AS ditetapkan sembilan orang sejak 1869, menurut laporan Al Jazeera, Kamis (03/09/2026).

Baca juga Senator Republik Minta Trump Pecat Menhan Pete Hegseth

Ketua DPR AS, Mike Johnson, menyebut penolakan itu sebagai hal yang seharusnya tidak diperdebatkan.

“For members of Congress who swore an oath to support and defend the Constitution, condemning socialism and defending the integrity of the Supreme Court shouldn't be a controversial vote. Sadly, for today's Democrats, they are,” katanya, yang berarti membela integritas Mahkamah Agung semestinya bukan perkara kontroversial.

Baca juga Permadani Bayeux Dipamerkan di London Setelah Sembilan Abad

Dari kubu Demokrat, hanya Don Davis asal Carolina Utara yang memberi suara setuju. Sebaliknya, Kevin Kiley asal California menjadi satu-satunya anggota yang berkaukus dengan Republik dan menolak.

Baca juga Laporan Bocor soal Peran Maroko Guncang Pemerintah Spanyol

Senator Demokrat asal Carolina Selatan, Jim Clyburn, justru mendorong penambahan kursi.

“I think that we are in a position now that calls for some significant actions taken by the Congress, and we ought to expand. Thirteen is a pretty good number,” ujarnya, yang berarti ia menilai Kongres perlu mengambil langkah besar dan menambah jumlah hakim menjadi tiga belas.

Senator Republik asal Iowa, Chuck Grassley, menekankan kemandirian lembaga peradilan.

“We must safeguard the independence of the federal judiciary to protect our constitutional freedoms and way of life for generations to come,” katanya.

Bagikan

Baca Juga

Presiden Amerika Serikat Donald Trump duduk di meja kerja Ruang Oval
Trump Ancam Serangan Lanjutan, Iran Bantah Klaim AS
Pedro Sanchez menunduk di depan papan latar belakang berlogo NATO
Laporan Bocor soal Peran Maroko Guncang Pemerintah Spanyol
Raja Charles III, Emmanuel Macron, dan Andy Burnham di British Museum, London
Permadani Bayeux Dipamerkan di London Setelah Sembilan Abad
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berbicara dalam sebuah upacara di Pentagon
Senator Republik Minta Trump Pecat Menhan Pete Hegseth
Anak-anak Palestina menonton pemutaran film di kamp pengungsian di Kota Gaza
Menhan Israel: Tak Ada Solusi Gaza Tanpa Migrasi Warga
Kapal-kapal di dekat Selat Hormuz terlihat dari Musandam, Oman
Trump Usul Selat Hormuz Diganti Nama Jadi Trump Strait