Putin Terima Utusan Trump di Kremlin, Serangan ke Kyiv Dijeda

A A

Vladimir Putin menyambut utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk perundingan di Moskow, Sabtu. [Foto: Gavriil Grigorov/Pool/AFP via Al Jazeera]

Cekricek.id — Presiden Rusia Vladimir Putin memulai perundingan dengan utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner di Kremlin, Sabtu, untuk membahas usulan mengakhiri perang Ukraina yang sudah berjalan lebih dari empat tahun.

Al Jazeera melaporkan pada Sabtu (05/09/2026) bahwa kedua utusan itu dijadwalkan melanjutkan lawatan ke Kyiv pada Minggu.

“Rekan-rekan yang terhormat, saya menyambut hangat kedatangan Anda di Moskow. Situasinya, tentu saja, tidak sederhana,” kata Putin kepada kedua utusan dalam upacara yang disiarkan televisi Rusia.

Baca juga Trump Kirim Witkoff dan Kushner ke Moskow serta Kyiv Akhir Pekan

Putin juga menitipkan pesan untuk Washington. “Saya ingin meminta semua orang menyampaikan salam terbaik dan ucapan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Trump,” katanya.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengumumkan jeda serangan. “Presiden Rusia, panglima tertinggi, telah memberi perintah mulai tengah malam nanti untuk tidak menyerang Kyiv selama tiga hari,” ujarnya.

Baca juga Baku Tembak Dua Badan Intelijen Ukraina Guncang Kyiv

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya membalas dengan langkah serupa. “Mulai sekarang hingga akhir Sabtu, serta pada Minggu dan Senin, Ukraina siap menahan diri dari serangan ke Moskow,” katanya.

Baca juga Trump Ancam Serangan Lanjutan, Iran Bantah Klaim AS

Laporan tersebut tidak memuat rincian isi usulan yang dibawa Witkoff dan Kushner, dan belum ada keterangan mengenai hasil pertemuan di Kremlin.

Bagikan

Baca Juga

Pekerja Kantoran Istanbul yang Rajin Bergerak Makan Lebih Baik
Pengiriman PC Dunia Anjlok 21 Persen akibat Harga RAM Melonjak
Yunani Larang Anak di Bawah 15 Tahun Pakai Media Sosial
Obat HIV Gratis di Sughd Tajikistan, Kematian Pasien Tetap Tinggi
Dua Mantan Pejabat FBI Didakwa Terkait Kasus Laptop Hunter Biden
WHO Umumkan Uji Klinis Vaksin Ebola Dimulai di RD Kongo