Cekricek.id — Baku tembak antara dua badan intelijen Ukraina pecah di jalanan Kyiv dan melukai sedikitnya tiga petugas keamanan. Insiden itu melibatkan badan intelijen militer HUR dan badan keamanan dalam negeri SBU.
Bentrokan bermula dari penangkapan Stepan Kaplunov, wakil komandan Korps Sukarelawan Rusia yang berperang di pihak Ukraina, menurut laporan Al Jazeera, Kamis (03/09/2026).
Baca juga Trump Ancam Serangan Lanjutan, Iran Bantah Klaim AS
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyebut peristiwa itu memalukan dan menuntut pertanggungjawaban.
“There must be accountability – including personnel decisions by the heads of the security services regarding the individuals involved – and internal investigations must be conducted within both agencies,” katanya, yang berarti harus ada pertanggungjawaban dan penyelidikan internal di kedua lembaga.
Baca juga Pemerintahan Meloni Jadi yang Terlama di Italia Sejak 1945
Ia menegaskan senjata di Ukraina hanya boleh diarahkan kepada pasukan pendudukan. “Here in Ukraine, the only time shots may be fired is at Russian occupiers in defence of the country. Our state will never tolerate any other kind of shootout as something permissible,” ujarnya.
Unit khusus HUR menuding SBU menculik Kaplunov di siang bolong. Sebaliknya, Kejaksaan Agung Ukraina menyatakan sekelompok orang melancarkan serangan bersenjata terhadap tim operasional SBU saat penggeledahan berlangsung.
Baca juga Menhan Israel: Tak Ada Solusi Gaza Tanpa Migrasi Warga
Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Kyrylo Budanov, meminta penyelidikan berjalan tanpa memihak.
“It is important to ensure a thorough and impartial investigation, but no one has the right to kidnap servicemen with impunity, open fire on the streets of our cities, give and carry out criminal orders,” katanya.
Zelenskyy memberhentikan Oleg Khramov, kepala departemen perlindungan rahasia negara di SBU, sebagai bagian dari penataan ulang jajaran keamanan.














