Leon Black Gugat Panel Kongres soal Panggilan Kasus Epstein

A A

Leon Black tiba untuk wawancara tertutup dengan Komite Pengawasan DPR di Gedung Capitol, Washington. [Foto: J Scott Applewhite/AP via Al Jazeera]

Cekricek.id — Miliarder Leon Black menggugat komite pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat yang menyelidiki kasus Jeffrey Epstein. Gugatan itu bertujuan membatalkan dua panggilan yang diterbitkan komite tersebut.

Pendiri Apollo Global Management itu tidak hadir pada pengambilan keterangan yang dijadwalkan Kamis, menurut laporan Al Jazeera, Kamis (03/09/2026).

Baca juga Kongres AS Tolak Amandemen Pembatasan Jumlah Hakim Agung

Pengacara Leon Black, Susan Estrich, menuding komite melampaui kewenangannya.

“This is no longer about finding the truth about Epstein. It is about trying to destroy Mr Black,” katanya, yang berarti perkara itu bukan lagi soal mencari kebenaran tentang Epstein, melainkan upaya menghancurkan kliennya.

Baca juga Maduro Klaim Imunitas, Minta Dakwaan AS Dibatalkan

Ia menyebut langkah komite sebagai penelusuran serampangan yang mengabaikan tanggung jawab lembaga itu sendiri. Panggilan diterbitkan setelah Black menjalani wawancara sukarela pada Juni dan menolak menjawab pertanyaan soal perjanjian kerahasiaan yang berkaitan dengan Epstein.

Baca juga Penembakan di Minneapolis, Dua Tewas dan Tiga Polisi Luka

Anggota DPR dari Partai Demokrat yang memimpin komite pengawasan, Robert Garcia, meminta Black dijerat pasal pembangkangan terhadap Kongres.

“By refusing to testify today, Leon Black is now defying two congressional subpoenas,” katanya, yang berarti dengan menolak bersaksi, Black kini melawan dua panggilan Kongres.

Epstein meninggal di rumah tahanan Manhattan pada 2019 saat menunggu persidangan. Hingga kini hanya Epstein dan Ghislaine Maxwell yang pernah didakwa dalam perkara tersebut.

Bagikan

Baca Juga

Pekerja Kantoran Istanbul yang Rajin Bergerak Makan Lebih Baik
Pengiriman PC Dunia Anjlok 21 Persen akibat Harga RAM Melonjak
Agen AI Akses Rekening Nasabah, Bank-Bank Besar AS Bertindak
Facebook Batasi Unggah Tautan, Pemilik Halaman Diminta Bayar
Yunani Larang Anak di Bawah 15 Tahun Pakai Media Sosial
Obat HIV Gratis di Sughd Tajikistan, Kematian Pasien Tetap Tinggi