Cekricek.id — Serangan udara Israel menewaskan 11 orang di Kfar Reman, Lebanon selatan, pada Senin dini hari, termasuk dua anak, sementara lima orang terluka.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menilai serangan itu menyasar proses kesepakatan kerangka, menurut laporan Al Jazeera, Senin (07/09/2026).
“Serangan-serangan ini menyasar proses kesepakatan kerangka dan merusak semua upaya menghentikan eskalasi di Lebanon selatan serta kawasan secara keseluruhan,” katanya.
Kesepakatan kerangka yang dimaksud ditengahi Amerika Serikat dan ditandatangani pada Juni.
Serangan terpisah menggunakan pesawat nirawak menghantam sebuah kendaraan sipil di Provinsi Nabatieh dan menewaskan sedikitnya seorang tenaga medis.
Selama tiga hari, serangan Israel menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai 69 orang.
Baca juga seruan boikot atas iklan yang menampilkan eks tentara Israel
Sejak awal Maret, serangan Israel disebut menewaskan lebih dari 4.350 orang dan melukai lebih dari 12.300 orang di Lebanon.
Tercatat 179 serangan Israel terhadap kru ambulans Lebanon sejak 2 Maret, yang menewaskan 135 tenaga kesehatan.
Di Desa al-Mansouri, hampir dua pertiga rumah hancur, sedangkan sepertiga sisanya tidak layak huni.
Baca juga penemuan jenazah warga Gaza tiga tahun setelah serangan
Israel masih menduduki puluhan desa di Lebanon selatan dan menolak penarikan lebih lanjut.
Petugas pertahanan sipil melanjutkan pencarian di reruntuhan Kfar Reman sepanjang malam.
Baca juga perkembangan konflik lain di kawasan Timur Tengah
Kondisi di Lebanon selatan disebut diliputi ketidakpastian setelah gelombang serangan dalam 48 jam terakhir.














