Cekricek.id — Pasukan pemerintah Yaman mengklaim merebut kembali Distrik Hais di selatan Hodeidah, kawasan strategis yang menghubungkan beberapa provinsi di pesisir barat.
Mengutip Al Jazeera, Minggu (06/09/2026), pertempuran menghebat di Provinsi Taiz dan Hodeidah sepanjang pesisir Laut Merah.
Lebih dari 60 orang tewas pada Sabtu, termasuk warga sipil. Sekitar 1.800 keluarga mengungsi hanya dalam dua hari.
Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman Rashad al-Alimi menegaskan wilayah negaranya tidak akan menjadi jalan bagi kelompok yang didukung Iran.
Ia memperingatkan kelompok Houthi akan menanggung akibat dari eskalasi tersebut, dan menyebut mereka menghadapi kemungkinan keruntuhan total.
Baca juga Dewan Kepemimpinan Yaman Sebut Era Serangan Houthi Tanpa Konsekuensi Telah Berakhir
Juru bicara militer Yaman Kolonel Majed al-Nozaili menyatakan pasukannya menyasar posisi Houthi sebagai balasan atas pelanggaran dan eskalasi kelompok itu.
Pemerintah Yaman juga memperingatkan setiap pergerakan Houthi ke arah Selat Bab al-Mandeb akan menghadapi perlawanan yang menguras.
Selat Bab al-Mandeb adalah jalur pelayaran utama yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan di sana berdampak pada perdagangan global.
Baca juga Houthi Serang Kapal Kargo Tihamah di Bab al-Mandeb, Enam Tewas
Distrik Hais berada di titik pertemuan jalur antarprovinsi. Penguasaan atas distrik itu menentukan arah pergerakan pasukan di pesisir barat.
Gelombang pengungsian menambah beban lembaga bantuan yang sudah kehabisan persediaan darurat di kawasan tersebut.
Perang di Yaman telah berlangsung lebih dari satu dasawarsa. Garis depan sempat membeku sebelum pertempuran kembali menyala beberapa pekan terakhir.
Baca juga PBB Peringatkan Yaman Terancam Kembali ke Perang Skala Penuh
Belum ada tanggapan resmi dari pihak Houthi atas klaim perebutan Distrik Hais. Jumlah korban di pihak mereka juga belum diumumkan.














