Cekricek.id — Adidas menghadapi seruan boikot atas kampanye iklan yang menampilkan Shalev Biton, mantan tentara Israel yang kehilangan kakinya dalam konflik Gaza 2021.
Seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (06/09/2026), iklan itu mempromosikan layanan penjualan sepatu satuan yang ditujukan bagi penyandang amputasi.
Para aktivis menilai kampanye tersebut tidak pantas. Alasannya, sekitar 5.000 sampai 6.000 warga Palestina menjalani amputasi selama operasi militer Israel di Gaza.
Koordinator Kampanye Boikot Olahraga pada Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel, Stephanie Westbrook, menyebut kampanye itu melampaui sekadar kekeliruan.
“Ini bukan soal Adidas yang tuli nada atau tidak peka; ini penghinaan mutlak terhadap warga Palestina yang kehilangan orang-orang terkasih,” katanya.
Baca juga Jenazah 55 Warga Gaza Ditemukan Tiga Tahun Setelah Serangan
Westbrook juga mempersoalkan identitas figur yang dipilih perusahaan itu untuk kampanyenya.
“Di sini kita punya kampanye Adidas yang menampilkan seorang tentara Israel, yang seluruh identitasnya berpusat pada statusnya sebagai tentara,” ujarnya.
Seruan boikot menyebar cepat di media sosial. Sejumlah nama besar ikut menyuarakannya kepada pengikut mereka.
Aktor Javier Bardem, penulis Susan Abulhawa, dan penulis Fatima Bhutto termasuk yang secara terbuka mengajak memboikot merek olahraga tersebut.
Baca juga AS Tolak Usulan Pejabat Israel Mengusir Warga Palestina dari Gaza
Layanan sepatu satuan sendiri dirancang untuk pembeli yang hanya membutuhkan satu sisi. Produk semacam itu jarang tersedia di pasar ritel biasa.
Yang dipersoalkan bukan produknya, melainkan pilihan figur yang mewakilinya. Kritik berpusat pada latar militer sang model.
Kampanye boikot terhadap merek global bukan hal baru dalam isu Palestina. Sasarannya biasanya perusahaan yang dianggap menormalkan kebijakan Israel.
Baca juga Empat Aktivis Palestine Action Ajukan Banding Vonis Terorisme
Adidas belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi seruan boikot tersebut. Perusahaan juga belum menyebut akan menarik atau melanjutkan kampanyenya.














