Cekricek.id — Jenazah 55 warga Palestina ditemukan dari reruntuhan sebuah bangunan tempat tinggal di Kota Gaza yang hancur akibat serangan udara Israel hampir tiga tahun lalu.
Operasi pencarian itu rampung pada Sabtu, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (05/09/2026), mengutip pertahanan sipil Gaza. Bangunan tersebut hancur dalam serangan pada 19 November 2023.
Pencarian berlangsung 72 jam dan menjadi bagian dari upaya yang lambat serta sebagian besar manual untuk mengangkat jenazah dari bawah reruntuhan Gaza. Kekurangan alat berat pemecah beton menghambat pekerjaan tersebut.
Baca juga AS Tolak Usulan Pejabat Israel Mengusir Warga Palestina dari Gaza
Sekitar 82 persen bangunan di Gaza hancur atau rusak, sementara 10.000 hingga 14.000 orang diperkirakan masih hilang. Jumlah korban tewas sejak Oktober 2023 tercatat 73.470 orang, termasuk 1.344 orang sejak gencatan senjata Oktober.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee membantah adanya rencana pemindahan warga Gaza. “Saya bisa mengatakan secara kategoris tidak ada rencana Israel untuk memindahkan orang keluar dari Gaza bertentangan dengan kehendak mereka,” katanya.
Baca juga Empat Aktivis Palestine Action Ajukan Banding Vonis Terorisme
“Tidak ada yang mengusulkan akan ada pemindahan paksa. Israel tidak. Amerika Serikat jelas tidak. Saya tidak tahu ada pihak yang mendukung itu,” ujar Huckabee.
Baca juga Kongres AS Tolak Amandemen Pembatasan Jumlah Hakim Agung
Tim pencari menargetkan lebih dari 60 jenazah di lokasi tersebut. Laporan itu tidak menyebutkan berapa jenazah yang belum ditemukan dan kapan pencarian akan dilanjutkan.














