Cekricek.id — Presiden Kosta Rika Laura Fernandez menyatakan operasi militer Amerika Serikat di dalam wilayah negaranya bisa menguntungkan keamanan nasional, tetapi menegaskan langkah itu harus lebih dulu disetujui parlemen.
Pernyataan itu disampaikan Fernandez dalam wawancara dengan kantor berita Reuters di istana kepresidenan San Jose yang dirilis Jumat, menurut laporan Al Jazeera, Jumat (04/09/2026). Ia menambahkan sampai saat ini tidak ada rencana pasukan Amerika Serikat menggelar operasi di negaranya.
“Jelas akan sangat baik bagi keamanan nasional apabila tujuannya sama, yaitu melawan kejahatan lintas negara, perdagangan narkoba lintas negara, dan terorisme lintas negara,” kata Fernandez.
Baca juga Maduro Klaim Imunitas, Minta Dakwaan AS Dibatalkan
Fernandez, politikus populis sayap kanan, menjabat sejak Mei setelah memenangi pemilihan pada Februari. Ia menggantikan Rodrigo Chaves lewat pemilihan yang didominasi kekhawatiran publik soal keamanan.
Meski berkampanye dengan janji penegakan hukum yang keras, Fernandez menolak menerapkan status darurat untuk menekan kekerasan — kebijakan yang populer di El Salvador di bawah Nayib Bukele.
Baca juga Trump Ancam Serangan Lanjutan, Iran Bantah Klaim AS
Kejahatan menjadi isu utama pemilih Kosta Rika. Angka pembunuhan di negara itu berlipat dua dalam sepuluh tahun dan mencapai 17,2 per 100.000 penduduk pada 2023.
Sikap Fernandez muncul di tengah tekanan Amerika Serikat agar negara-negara kawasan menindak kejahatan terorganisasi. Sejak kembali menjabat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperluas pengaruh militer negaranya di Amerika Latin, antara lain melalui koalisi bernama Shield of the Americas.
Baca juga Penembakan di Minneapolis, Dua Tewas dan Tiga Polisi Luka
Human Rights Watch mempersoalkan kerja sama militer Amerika Serikat dengan Ekuador. Menurut keterangan tertulis lembaga itu, hubungan keamanan kedua negara justru makin dalam pada saat kedua pemerintah melakukan pelanggaran hak asasi manusia serius yang dipicu cara mereka membingkai perlawanan terhadap kelompok kejahatan terorganisasi sebagai perang.
Belum ada keterangan dari pemerintah Amerika Serikat mengenai kemungkinan operasi militer di Kosta Rika, dan Fernandez tidak menyebut bentuk operasi yang dimaksud.














