PBB Sahkan Peta Dunia Baru yang Menampilkan Ukuran Asli Afrika

A A

Patung Benua Afrika berhias bendera negara-negara Afrika di Place du Souvenir Africain, Dakar, Senegal, 3 September 2026. [Foto: Misper Apawu/Reuters via Al Jazeera]

Cekricek.id — Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengesahkan resolusi peta dunia baru yang menampilkan ukuran sebenarnya tiap benua, Jumat, lewat pemungutan suara 164 berbanding satu dengan enam abstain.

Resolusi bertajuk Correct the Map itu diajukan negara-negara anggota Uni Afrika bersama Bahama, menurut laporan Al Jazeera, Jumat (04/09/2026). Togo memimpin kampanye tersebut untuk membatasi penggunaan proyeksi Mercator yang selama 450 tahun mengecilkan tampilan Afrika.

Menteri Luar Negeri Togo Robert Dussey menyebut peta sebagai soal keadilan. “Dunia yang adil dimulai dari peta yang adil,” katanya kepada kantor berita Reuters menjelang pemungutan suara.

Baca juga Lima Tewas di Kapal Migran yang Terapung Dekat Canary

Proyeksi Mercator dikembangkan kartografer Flandria Gerardus Mercator pada abad ke-16. Proyeksi itu membesarkan daratan yang berada dekat kutub, sehingga Greenland tampak hampir sebesar Afrika, padahal Afrika sekitar 14 kali lebih luas.

Resolusi tersebut mendorong pemakaian proyeksi Equal Earth. Dokumen itu tidak mengikat secara hukum dan, menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Togo, sama sekali tidak mempersoalkan penggunaan Mercator untuk navigasi laut dan udara.

Baca juga Laporan Bocor soal Peran Maroko Guncang Pemerintah Spanyol

Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang menolak. Washington menilai resolusi itu memajukan agenda ideologis dan mengalihkan perhatian dari persoalan nyata perdamaian, kemakmuran, serta hubungan antarnegara.

Prancis, yang ikut mensponsori resolusi, mengumumkan akan meninggalkan Mercator. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan kementeriannya beralih ke bentuk peta yang lebih setia pada luas permukaan sebenarnya dan sejalan dengan rekomendasi kartografer.

“Amerika Serikat, Rusia, dan China mendapat penonjolan visual yang tidak sebanding dengan Afrika, Amerika Latin, atau Asia Tenggara,” kata Barrot dalam pidato di Universitas Sorbonne, Paris. Ia menambahkan distorsi semacam itu pada akhirnya berakar dalam persepsi.

Baca juga UNICEF: 20 Juta Anak Setahun Alami Kekerasan Seksual Daring

Direktur Eksekutif organisasi advokasi Africa No Filter, Moky Makura, menyambut hasil pemungutan suara itu. “Sekarang kerja yang sesungguhnya baru dimulai,” katanya dalam pernyataan tertulis.

“Kalau hal sedasar ukuran Afrika saja keliru selama ini, apa lagi soal Afrika yang kita terima begitu saja tanpa dipertanyakan? Afrika tidak perlu dibuat lebih besar. Afrika perlu dilihat secara akurat,” ujar Makura.

Dussey menyatakan Togo menargetkan perubahan materi geografi sekolahnya pada akhir tahun ini, lalu mendorong pemerintah lain, sekolah, organisasi internasional, dan perusahaan teknologi mengikuti. Resolusi ini tidak memuat tenggat pelaksanaan bagi negara anggota.

Bagikan

Baca Juga

Sejumlah orang membentangkan spanduk penghormatan untuk Ratko Mladic di sebuah jembatan layang di Beograd
Marta Kos Batalkan Kunjungan ke Serbia soal Penghormatan Mladic
Massa mengikuti demonstrasi menentang pelarangan Palestine Action di London
Empat Aktivis Palestine Action Ajukan Banding Vonis Terorisme
Bendera nasional Ukraina berkibar di atas kawasan pusat kota Kyiv
Baku Tembak Dua Badan Intelijen Ukraina Guncang Kyiv
Leon Black tiba untuk wawancara tertutup dengan komite pengawasan DPR di Gedung Capitol
Leon Black Gugat Panel Kongres soal Panggilan Kasus Epstein
Petugas penyelamat membantu seorang pria turun dari kapal penjaga pantai Spanyol di pelabuhan Arguineguin
Lima Tewas di Kapal Migran yang Terapung Dekat Canary
Seorang anak menatap layar ponsel yang menyala di ruangan berpencahayaan biru
UNICEF: 20 Juta Anak Setahun Alami Kekerasan Seksual Daring