Cekricek.id — Gedung ambruk di kawasan Satya Niketan, New Delhi, menewaskan sedikitnya enam orang, sementara sampai 40 orang diduga masih tertimbun reruntuhan.
Peristiwa itu terjadi Minggu, 6 September 2026, seperti dimuat dalam laporan Al Jazeera, Senin (07/09/2026).
Kawasan Satya Niketan berada di dekat kampus Universitas Delhi, dan bangunan tersebut sebagian besar dihuni mahasiswa.
All India Institute of Medical Sciences menyampaikan keterangan mengenai korban yang dibawa ke rumah sakit.
“Dari 10 pasien, lima dinyatakan meninggal saat tiba, sementara satu pasien yang dalam kondisi kritis kemudian meninggal akibat lukanya,” sebut keterangan itu.
Badan penanggulangan bencana India, kepolisian, dan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Petugas menggunakan alat berat dan anjing pelacak untuk mencari korban yang tertimbun.
Baca juga porsi bencana hidrologi dalam total bencana di Indonesia
Satu bangunan di dekat lokasi dikosongkan karena dikhawatirkan ikut ambruk.
Kepala Menteri Delhi, Rekha Gupta, menegaskan prioritas pemerintah adalah menyelamatkan korban.
“Hal terpenting bagi kami adalah menyelamatkan nyawa para mahasiswa ini. Operasi penyelamatan akan terus berjalan,” katanya.
“Saya pastikan kami tidak akan membiarkan pihak yang bersalah lolos,” ujarnya.
Baca juga pendampingan psikososial bagi penyintas bencana
Kantor Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Belasungkawa kepada mereka yang kehilangan orang terkasih. Doa untuk kesembuhan para korban luka. Pihak berwenang bekerja di lokasi,” demikian pernyataan itu.
Penyebab bangunan ambruk belum dapat dipastikan.
Baca juga kajian ketangguhan bangunan menghadapi bencana
Peristiwa serupa terjadi pada Sabtu di India bagian utara setelah hujan lebat.
Bangunan ambruk kerap terjadi di India pada musim hujan yang berlangsung Juni sampai September.
Pada 2025, sebelas orang tewas akibat runtuhnya bangunan tempat tinggal di timur laut New Delhi.














