Cekricek.id — Tiga tentara Kolombia tewas dan empat lainnya terluka akibat serangan kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Nasional ke sebuah pos militer di Ocana, Norte de Santander.
Mengutip laporan Al Jazeera, Sabtu (05/09/2026), serangan itu berlangsung sehari sebelumnya dan diawali gelombang drone yang dimuati bahan peledak.
Angkatan bersenjata Kolombia menyebut sekitar dua puluh drone diarahkan ke kompleks militer tersebut. Setelah ledakan, pertempuran berlanjut di darat.
Kelompok yang bertanggung jawab adalah Tentara Pembebasan Nasional atau ELN, organisasi bersenjata tertua yang masih aktif di Kolombia.
Baca juga Bom Mobil Guncang Kolombia Sehari Setelah Presiden Dilantik
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menanggapi serangan itu dengan pernyataan keras. Ia menempatkan balasan negara sebagai jawaban tunggal.
“Kepada ELN saya katakan dengan kejelasan mutlak: untuk setiap polisi atau tentara yang kalian bunuh, saya akan menjatuhkan seluruh bobot dan kekuatan sah negara kepada kalian,” ujarnya.
Penggunaan drone bermuatan peledak dalam jumlah besar menandai perubahan cara bertempur kelompok bersenjata di Kolombia. Serangan semacam ini sulit dihadang pertahanan pos konvensional.
Kompleks militer di Ocana berada di Norte de Santander, provinsi yang berbatasan dengan Venezuela. Kawasan itu lama menjadi jalur penyelundupan dan wilayah rawan.
Menteri Pertahanan Kolombia Jorge Mora meninjau langsung lokasi serangan. Kementerian Pertahanan menyebarkan foto peninjauan tersebut kepada media.
Baca juga Kolombia Akui Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, Ikuti Jejak AS
Serangan ini datang pada bulan-bulan awal pemerintahan Abelardo de la Espriella. Keamanan dalam negeri menjadi ujian paling cepat bagi presiden baru itu.
Kolombia sudah lama berupaya menutup konflik bersenjata internalnya lewat jalur perundingan. Sejumlah kelompok memilih bertahan di luar kesepakatan tersebut.
ELN termasuk kelompok yang berulang kali keluar masuk meja perundingan. Serangan terhadap aparat keamanan kembali menutup ruang pembicaraan itu.
Baca juga Presiden Kosta Rika Buka Peluang Operasi Militer AS di Negaranya
Belum ada keterangan resmi dari ELN mengenai serangan di Ocana. Angkatan bersenjata juga belum menyebut jumlah korban di pihak penyerang.
Empat tentara yang terluka masih dirawat. Pemerintah belum menjelaskan kondisi terakhir mereka maupun kerusakan di kompleks militer itu.














