Dua Belas Negara Jatuhkan Sanksi atas Permukiman Israel

A A

Kendaraan militer Israel beroperasi di dekat rumah warga Palestina di Desa Qusra, Tepi Barat. [Foto: AP Photo]

Cekricek.id — Dua belas negara mengumumkan sanksi dagang terhadap permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Pengumuman itu disampaikan bersama, menurut laporan Euronews, Selasa (08/09/2026).

Kedua belas negara itu adalah Inggris, Prancis, Kanada, Denmark, Finlandia, Islandia, Irlandia, Norwegia, Polandia, Portugal, Spanyol, dan Swedia.

Inggris menerapkan larangan impor barang dari permukiman di wilayah pendudukan.

“Saya tidak yakin rakyat Inggris ingin kita mendukung pendudukan dengan menerima produk dari permukiman di toko dan supermarket kita,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband.

Baca juga operasi militer Israel di kawasan sekitarnya

“Tuduhan yang disampaikan menteri luar negeri di parlemen Inggris hari ini adalah kebohongan keterlaluan,” kata Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar.

Israel merencanakan 1.200 unit hunian di kawasan permukiman E1.

Baca juga dampak perang di Gaza yang masih terus ditemukan

Jumlah pemukim Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, tercatat sekitar 737.000 orang pada Oktober 2024.

Israel menduduki Tepi Barat sejak 1967.

Baca juga tekanan publik terhadap merek yang dikaitkan dengan Israel

Perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023.

Bagikan

Baca Juga

Foto arsip Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko pada Maret 2024
Jaksa Agung Ukraina Mundur di Tengah Penyidikan Korupsi
Foto arsip anggota kelompok Houthi di atas truk militer di Sanaa pada Oktober 2014
Serangan Houthi Terberat, Arab Saudi Balas Lewat Serangan Udara
Foto arsip Donald Trump turun dari Air Force One di Bandara Morristown, New Jersey
Trump Larang Bombardier Menjual Pesawat di Amerika Serikat
Foto arsip Kanselir Jerman Friedrich Merz memberikan keterangan pers di Leuna pada 3 September 2026
Merz: Hasil Saxony-Anhalt Mengubah Jerman Secara Keseluruhan
Ursula von der Leyen saat berada di Greenland
Uni Eropa Tambah Investasi 200 Juta Euro untuk Greenland
Foto arsip Kepala Badan Tenaga Atom Iran bersama Direktur Jenderal IAEA pada April 2025
IAEA Sebut Iran Halangi Akses Inspektur ke Lokasi Nuklir