Cekricek.id — Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut hasil pemilihan negara bagian Saxony-Anhalt mengubah Jerman secara keseluruhan setelah kemenangan besar AfD.
Pernyataan itu ia sampaikan seusai pemilihan tersebut, menurut laporan Euronews, Senin (07/09/2026).
AfD memenangi pemilihan pada Minggu dengan 43,8 persen suara, sedangkan CDU berada di urutan kedua dengan 17,2 persen.
Perolehan AfD lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2021, sementara perolehan CDU turun setengahnya.
“Hasil kemarin tidak hanya mengubah Saxony-Anhalt, tetapi juga Jerman secara keseluruhan,” kata Merz.
“Kami semua sangat terguncang. Kami tidak menduga hasilnya akan seperti ini,” ujarnya.
Baca juga hasil lengkap pemilihan negara bagian Saxony-Anhalt
Merz menyebut hasil itu sebagai kekalahan pemilu paling berat dan menyatakan akan ada konsekuensinya.
“Negara kita membutuhkan reformasi mendasar,” katanya.
Ia menilai ada kerinduan pada gangguan tatanan dan perubahan mendasar di tengah pemilih.
Hampir 60 persen pemilih memilih partai yang mempertanyakan demokrasi.
Baca juga gelombang protes yang mengguncang politik Eropa
Survei menunjukkan 78 persen responden menilai kinerja Merz sebagai kanselir lebih buruk daripada yang diharapkan.
Sebanyak 59 persen pemilih CDU dan CSU menyatakan kecewa terhadap kinerja Merz.
Calon utama CDU sekaligus Menteri-Presiden Saxony-Anhalt, Sven Schulze, menyampaikan penilaian serupa.
“Secara keseluruhan, ini adalah hari yang mengguncang kami secara mendalam, tidak hanya di Saxony-Anhalt,” ucapnya.
Baca juga dinamika politik dan keamanan di Eropa
Organisasi kepemudaan CDU di Saxony-Anhalt menuntut seluruh pimpinan partai tingkat negara bagian mundur.
AfD berupaya membentuk pemerintahan meski tidak memiliki mayoritas mutlak.














