Cekricek.id — Sekelompok pengunjuk rasa antiimigran bertopeng memblokade jalan masuk Pelabuhan Dover, Inggris, Sabtu (05/09/2026), dan sempat menghentikan lalu lintas feri di pelabuhan tersibuk negara itu.
Puluhan orang berpakaian serba hitam dengan penutup kepala memenuhi jalan-jalan di sekitar pelabuhan. Aksi itu berlangsung singkat namun mengacaukan jadwal penyeberangan.
Pemerintah Inggris di bawah Partai Buruh menyatakan hak berunjuk rasa damai adalah dasar demokrasi. Namun mereka mengecam perilaku para peserta aksi di Dover.
Kecaman itu disampaikan bersama penyesalan atas gangguan perjalanan yang ditimbulkan. Demikian keterangan yang dilansir Al Jazeera pada hari yang sama.
Baca juga Empat Aktivis Palestine Action Ajukan Banding Vonis Terorisme
Anggota dewan lokal dari Partai Konservatif, Chris Vinson, menilai aksi tersebut tidak diwarnai kekerasan. Meski begitu ia menyebut suasananya sangat menakutkan.
“Saya tidak mendengar ada kekerasan, meski jelas, kendaraan Anda dihadang laki-laki berpakaian paramiliter hitam dan penutup kepala itu sangat mengintimidasi,” katanya.
Pelabuhan Dover merupakan gerbang feri internasional terbesar di Inggris. Posisinya menghadap langsung ke daratan Eropa di seberang Selat Inggris.
Pada puncak musim panas, pelabuhan itu melayani lebih dari sepuluh ribu kendaraan barang setiap hari. Jumlah kendaraan penumpang mencapai lima belas ribu.
Karena itu blokade sesingkat apa pun langsung terasa. Antrean menumpuk di jalan pendekat dan jadwal kapal bergeser.
Baca juga Pemerintahan Meloni Jadi yang Terlama di Italia Sejak 1945
Aksi di Dover mencerminkan ketegangan yang belum selesai soal penyeberangan migran dengan perahu kecil melintasi Selat Inggris.
Isu tersebut menjadi bahan pertengkaran politik yang panjang di Inggris. Pelabuhan Dover kerap menjadi panggung paling terlihat dari pertengkaran itu.
Pemerintah Partai Buruh mengklaim jumlah penyeberangan perahu kecil turun ke tingkat terendah sejak 2019. Klaim itu dikaitkan dengan kerja sama baru bersama Prancis.
Baca juga Hakim AS Batalkan Larangan Visa Imigran 75 Negara
Kepolisian belum mengumumkan ada penangkapan terkait blokade tersebut. Belum ada pula keterangan resmi soal kelompok yang menggerakkan aksi itu.
Operator pelabuhan belum merinci berapa lama penyeberangan tertahan. Lalu lintas feri dilaporkan kembali berjalan setelah massa membubarkan diri.














