Cekricek.id — Arab Saudi membalas dengan serangan udara setelah kelompok Houthi menghantam sejumlah fasilitas energi dalam serangan terberat beberapa tahun terakhir.
Serangan Houthi itu melukai 73 orang, menurut laporan Euronews, Selasa (08/09/2026).
Kementerian Energi Arab Saudi menyebut beberapa fasilitas dan instalasi sektor energi menjadi sasaran.
Kilang Jizan yang berada di kawasan itu berkapasitas 400.000 barel per hari.
“Kerajaan akan selalu mendukung perdamaian dan solusi diplomatik,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan.
“Arab Saudi tidak akan ragu membela diri, melindungi kepentingannya, dan mendukung langkah yang menjamin kepentingan, keamanan, serta stabilitas Yaman yang bersaudara,” ujarnya.
Baca juga perkembangan pertempuran di dalam wilayah Yaman
Houthi menguasai sekitar sepertiga wilayah Yaman.
Posisi mereka kurang dari 100 kilometer dari Selat Bab el-Mandeb yang dilalui sekitar 12 persen perdagangan maritim dunia.
Harga minyak mendekati 100 dolar Amerika Serikat per barel pada Selasa.
Baca juga tekanan ekonomi yang membayangi kawasan
Pakar Teluk dari King's College London, Andreas Krieg, menilai sikap menahan diri kian sulit dipertahankan.
“Jika serangan terhadap kota-kota Arab Saudi terus berlanjut, mempertahankan sikap menahan diri ini akan makin sulit. Pada praktiknya, Houthi sedang menguji di mana garis merah Riyadh yang sebenarnya,” katanya.
Baca juga tarik-menarik diplomasi energi dan nuklir di kawasan
Sebanyak 11 orang tewas dalam serangan terhadap sebuah penjara yang diklaim Houthi.
Sebanyak 20 narapidana dilaporkan hilang setelah serangan itu.














