Jaksa Agung Ukraina Mundur di Tengah Penyidikan Korupsi

A A

Foto arsip Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko pada Maret 2024. [Foto: Fedorchenko Olha]

Cekricek.id — Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko mengundurkan diri di tengah penyidikan korupsi besar yang menjeratnya.

Pengunduran diri itu ia umumkan, menurut laporan Euronews, Selasa (08/09/2026).

“Saya tidak ingin jabatan jaksa agung dipakai sebagai alat konfrontasi politik. Sikap saya terhadap dakwaan itu tidak berubah,” katanya.

Penyidikan dijalankan Biro Antikorupsi Nasional dan Kejaksaan Khusus Antikorupsi Ukraina.

Organisasi kriminal yang disidik disebut terdeteksi pada pertengahan 2025.

Baca juga situasi terkini yang dihadapi Ukraina

Wakil kepala Departemen Kerja Sama Internasional, Serhii Kropyva, disebut dalam perkara yang sama.

Pengadilan menetapkan penahanan hingga 2 November dengan uang jaminan 2,32 juta euro.

Aset senilai 1,7 juta euro disebut dicuci dalam perkara tersebut.

Baca juga gejolak politik yang tengah berlangsung di Eropa

Salah satu aset berada di Kozyn, kawasan permukiman elite di selatan Kyiv.

Kravchenko menjabat jaksa agung sebelum pengunduran dirinya diumumkan.

Baca juga tuntutan publik atas akuntabilitas pemerintah di Eropa

Biro Antikorupsi Nasional dan Kejaksaan Khusus Antikorupsi menangani perkara tersebut bersama-sama.

Bagikan

Baca Juga

Foto arsip anggota kelompok Houthi di atas truk militer di Sanaa pada Oktober 2014
Serangan Houthi Terberat, Arab Saudi Balas Lewat Serangan Udara
Foto arsip Donald Trump turun dari Air Force One di Bandara Morristown, New Jersey
Trump Larang Bombardier Menjual Pesawat di Amerika Serikat
Foto arsip Kanselir Jerman Friedrich Merz memberikan keterangan pers di Leuna pada 3 September 2026
Merz: Hasil Saxony-Anhalt Mengubah Jerman Secara Keseluruhan
Ursula von der Leyen saat berada di Greenland
Uni Eropa Tambah Investasi 200 Juta Euro untuk Greenland
Foto arsip Kepala Badan Tenaga Atom Iran bersama Direktur Jenderal IAEA pada April 2025
IAEA Sebut Iran Halangi Akses Inspektur ke Lokasi Nuklir
Ekskavator menggali saat tim penyelamat mencari korban di Kfar Reman, Lebanon selatan
Serangan Israel Tewaskan 11 Orang di Lebanon Selatan