Cekricek.id — Universitas Muhammadiyah Malang bersama Universitas Lumajang mendampingi Desa Tukum, Kabupaten Lumajang, menjadi Kampung Vermikultur berbasis zero waste dan pertanian terintegrasi.
Pendampingan itu disampaikan menurut laman resmi UMM, Kamis (10/09/2026), lewat pelatihan yang diikuti 40 warga desa.
Program pengabdian ini didanai hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2026 dan dipimpin dosen UMM, Asmah Hidayati.
“Sampah organik tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan mendukung kegiatan pertanian,” kata Asmah Hidayati.
Baca juga riset lingkungan lain dari kampus berbeda
Pelatihan membahas cara mengubah sampah organik menjadi pakan cacing untuk mendukung produksi vermikompos di tingkat rumah tangga.
Anggota tim, Iis Siti Aisyah, menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebagai kunci keberhasilan program ini.
Baca juga program konservasi lingkungan lain dari kampus berbeda
“Kunci dari pengelolaan sampah adalah pemilahan dari sumbernya. Sampah organik seperti sisa sayuran dan buah dapat dipisahkan sejak dari rumah,” kata Iis.
Baca juga pengabdian masyarakat kampus lain di wilayah berbeda
Program ini diharapkan membuat Desa Tukum lebih mandiri mengelola sampah sekaligus mendukung sektor pertanian warga setempat.















