Cekricek.id — Peneliti Departemen Biokimia IPB University, Rahadian Pratama, menemukan tanah bekas tambang emas di Poboya, Sulawesi Tengah, masih menyimpan komunitas mikroba yang bertahan.
Temuan itu disampaikan menurut laman resmi IPB University, Kamis (10/09/2026), lewat penelitian memakai teknologi Oxford Nanopore Sequencing.
Rahadian menyebut vegetasi yang tumbuh kembali, bukan lama waktu sejak penambangan berhenti, menjadi faktor dominan pemulihan bakteri tanah.
“Tanah bekas tambang ternyata tidak sepenuhnya miskin spesies. Penanaman kembali atau revegetasi menjadi jalur yang sangat potensial,” kata Rahadian.
Baca juga inovasi riset mahasiswa kampus lain di bidang kesehatan
Analisis metagenomik tim mengidentifikasi bakteri jenis Variovorax yang berpotensi dipakai untuk bioremediasi lahan tercemar secara alami.
“Analisis genom ini memberikan bukti konkret mengenai potensi bioremediasi asli dari tanah Sulawesi,” ujar Rahadian.
Ia menyebut temuan itu bisa jadi petunjuk nyata untuk memulihkan tanah terdampak aktivitas pertambangan sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman sekitarnya.
Baca juga riset kesehatan lain dari kampus berbeda
Poboya dikenal sebagai kawasan pertambangan emas rakyat yang telah berlangsung puluhan tahun di sekitar Kota Palu.
Baca juga proyek pengabdian kampus lain terkait lingkungan dan sumber daya alam
Tim IPB berharap hasil riset ini bisa menjadi rujukan pemulihan lahan pascatambang di wilayah lain di Indonesia.















